Hashim Komitmen Kawal Rusun Subsidi Manggarai 10 Tahun ke Depan
JAKARTA, investortrust.id — Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan, Hashim Djojohadikusumo berkomitmen mengawal pengelolaan dan perawatan hunian subsidi di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, hingga 10 tahun ke depan.
Hashim menyebut, pengelolaan dan pemeliharaan menjadi perhatian karena hunian vertikal yang dibangun bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) tersebut ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
"Mudah-mudahan 10 tahun lagi Pak Prabowo bisa berkunjung ke sini didampingi oleh Pak Ara dan Pak Bobby. Kita melihat bahwa nanti apartemen yang kita bangun bersama itu nanti kondisinya bagus. Jangan nanti berkarat, jangan nanti bocor-bocor," kata Hashim dalam acara groundbreaking Hunian Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (21/8/2026).
Hashim menilai perawatan dan pemeliharaan merupakan salah satu tantangan dalam pembangunan hunian. Dikatakan, kualitas bangunan perlu dijaga setelah pembangunan selesai.
"Yang kasihan kan rakyat kita ya, yang keluarkan uang untuk beli. Tapi ini adalah tantangan kita Pak Bobby ya. Ini tantangan dari anak buah Bapak, KAI Properti," ujarnya.
Dia juga menuturkan, pemerintah akan memperhatikan aspek pengelolaan hunian tersebut. Bahkan, Hashim mendorong pembentukan badan atau entitas baru yang mengelola kawasan untuk kepentingan bersama.
"Maka nanti ada pengelolaan bersama. Mungkin harus ada suatu badan atau entitas Pak Menteri (Maruarar Sirait) untuk dibentuk untuk yang mengelola untuk kepentingan bersama," tegasnya.
Selain itu, Hashim meminta agar penghuni hunian nantinya membentuk asosiasi untuk mengelola kepentingan bersama. "Yang nanti 3.700 pelanggan dari BTN itu nanti itu harus nanti ada membentuk asosiasi, neighborhood association atau apa. Jadi, ini pesan saya karena ini penting sekali, penting sekali perawatan pemeliharaan," tuturnya.
Hashim juga meminta agar penyaluran hunian subsidi tersebut dijaga agar tidak dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk membeli dalam jumlah banyak.
Menurutnya, lokasi dan kualitas hunian yang dibangun di tengah Jakarta berpotensi meningkatkan nilai tanah dan apartemen.
Baca Juga
Pemerintah 'Groundbreaking' Rusun Subsidi Manggarai 3.784 Unit, Rampung 2028
"Jangan nanti diborong. Ya dari 3.000 (unit) nanti orang tertentu beli 300 (unit), Bapak 500 (unit), nanti titip siapa, titip sopirnya ya atas nama sopirnya, atas nama office boy-nya," ucap Hashim.
Dia menekankan, satu penerima manfaat atau konsumen harus mendapatkan satu tempat hunian. "Ini kita akui ini sudah terjadi di sejarah Republik Indonesia Pak ya. So itu kita harus adil, satu pelanggan, satu peminat, satu tempat hunian," imbuh Hashim.
Adapun hunian Manggarai yang dilakukan groundbreaking hari ini berada di Blok F dan G dengan luas total sekitar 2,2 hektare (ha). Proyek tersebut direncanakan terdiri dari delapan tower hunian vertikal dengan 24 lantai dan total 3.784 unit.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin mengatakan, Blok G akan memiliki tiga tower dengan total 1.276 unit, sedangkan Blok F terdiri dari lima tower dengan total 2.508 unit. Hunian tersebut juga akan dilengkapi 150 unit ritel pendukung. Pengerjaan seluruh proyek ditargetkan memakan waktu 18 bulan sejak groundbreaking.
Baca Juga
Rusun Qatar Kampung Bandan Belum Dibangun, Dirut BTN: Masih Nunggu Izin Pemerintah
Sementara itu, Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menjelaskan, skema KPR hunian tersebut akan menggunakan bunga 6% flat hingga lunas dengan tenor hingga 40 tahun. Nilai pembiayaan diperkirakan sekitar Rp 500 juta-Rp 600 juta.
BTN juga akan membuka pendaftaran minat sebelum akad KPR. Nixon menargetkan, pendaftaran minat mulai dibuka pada akhir Agustus 2026 setelah seluruh legalitas, perizinan, dan sertifikat dipastikan.

