Pemerintah 'Groundbreaking' Rusun Subsidi Manggarai 3.784 Unit, Rampung 2028
JAKARTA, investortrust.id — Pemerintah bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) melakukan groundbreaking pembangunan hunian vertikal di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, Kamis (21/8/2026). Hunian tersebut terdiri dari 3.784 unit yang ditargetkan selesai dalam waktu 18 bulan atau pada 2028.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin mengatakan, hunian Manggarai dibangun di atas lahan sekitar 2,2 hektare (ha) yang terbagi dalam Blok G seluas tidak kurang dari 7.000 meter persegi dan Blok F seluas sekitar 1,5 ha.
Baca Juga
BTN-PPATK Perbaiki 20 RTLH, Wujudkan Rumah Layak bagi Keluarga Prasejahtera
"Konsepnya adalah akan ada 3+5 hunian vertikal (tower) yang terdiri dari 24 lantai dengan total 3.784 unit hunian. Terdiri dari 1.276 unit di Blok G dan 2.508 unit di Blok F," kata Bobby dalam acara groundbreaking Hunian Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (21/8/2026).
Selain hunian, proyek tersebut akan dilengkapi 150 unit ritel pendukung, terdiri dari 72 unit di Blok G dan 78 unit di Blok F.
Bobby menambahkan, pengerjaan pembangunan hunian tersebut akan memakan waktu selama 18 bulan sejak groundbreaking dilakukan. Blok G akan terdiri dari tiga tower, yakni Tower A sebanyak 352 unit, Tower B sebanyak 418 unit, dan Tower C sebanyak 506 unit. Unit hunian di blok tersebut terdiri dari tipe studio berukuran 28 meter persegi, tipe 36 dengan dua kamar tidur, dan tipe 45 dengan dua kamar tidur.
Sementara itu, Blok F akan terdiri dari lima tower. Tower 1 dan Tower 2 masing-masing memiliki 572 unit, Tower 3 sebanyak 528 unit, Tower 4 sebanyak 308 unit, dan Tower 5 sebanyak 528 unit.
Hunian di Blok F terdiri dari tipe 36 dengan dua kamar tidur, tipe 45 dengan dua kamar tidur, serta tipe 52 dengan tiga kamar tidur.
Bobby juga menuturkan, pembangunan hunian tersebut merupakan bagian dari dukungan KAI terhadap Program 3 Juta Rumah Presiden Prabowo Subianto.
Menurut dia, pengembangan hunian di kawasan Manggarai mengusung prinsip layak, terjangkau, dan berkelanjutan. Hunian diarahkan memenuhi standar keselamatan, kualitas, kenyamanan, serta mengikuti kebijakan dan skema pemerintah bagi masyarakat yang menjadi sasaran.
"Terutama hunian di tengah kota untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang sesuai dengan permen yang telah dikeluarkan oleh Kementerian PKP," ujar Bobby.
Untuk skema KPR, Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengungkapkan bahwa hunian tersebut akan ditawarkan kepada masyarakat setelah seluruh legalitas, perizinan, dan sertifikat selesai.
Dikatakan, pendaftaran minat pembelian ditargetkan mulai dibuka pada akhir Agustus 2026. BTN akan menyediakan pendaftaran melalui aplikasi bale by BTN dan kanal media sosial.
"Kalau bisa sih akhir bulan lah mulai kita buka pendaftaran atau daftar minat," ucap Nixon.
Untuk skema pembiayaan, Nixon mengatakan BTN menyiapkan KPR dengan tenor hingga 40 tahun dan suku bunga 6% tetap hingga lunas.
"Skema KPR-nya ini kita coba yang 40 tahun dengan bunga 6% sampai lunas. Jadi enggak akan pernah berubah bunganya," jelasnya.
Nixon menyebut nilai pembiayaan hunian tersebut dapat mencapai sekitar Rp 500 juta-Rp 600 juta. Dengan nilai tersebut, cicilan diperkirakan berada di atas Rp 1 juta per bulan.
Sementara untuk KPR FLPP rumah tapak, cicilan dapat berada di kisaran Rp 700.000-Rp 800.000 per bulan dengan skema tenor 40 tahun.
BTN juga akan menerapkan ketentuan terkait KPR indent untuk memastikan konsumen tidak dirugikan apabila pembangunan mengalami kendala. Akad KPR baru dapat dilakukan setelah pembangunan mencapai tahapan tertentu.
Menurut Nixon, pembangunan hunian Manggarai menjadi proyek percontohan hunian vertikal di tengah Kota Jakarta dengan konsep transit oriented development (TOD). "Ini pilot project kita di tengah kota Jakarta," katanya.
Dia juga menuturkan, proyek tersebut pada tahap awal akan mengembangkan sekitar dua atau tiga tower dari total rencana delapan tower. Dikatakan Nixon, BTN juga membuka peluang pembiayaan pembangunan hunian serupa di kawasan stasiun KAI lainnya.
Kebut Pengembangan TOD
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan, Hashim Djojohadikusumo menekankan, pembangunan hunian vertikal Manggarai menjadi salah satu proyek rusun MBR di pusat Jakarta.
Dia menyebutkan, pengembangan hunian berbasis TOD juga akan diarahkan ke sejumlah lokasi lain yang memiliki lahan milik KAI, termasuk Kampung Bandan.
"Ada nanti di Kampung Bandan kan dari Qatar terus dengan Astra di Bandung. Ada lagi saya dengar di Surabaya, di Semarang, di mana tempat-tempat ada stasiun-stasiun lahan luas itu nanti kita mau bangun sistem TOD ini," tegas Hashim.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) mengatakan, pembangunan hunian Manggarai merupakan hasil kolaborasi antara KAI dan BTN dalam pemanfaatan aset KAI untuk pembangunan perumahan rakyat.
Baca Juga
BTN (BBTN) Bidik Transaksi Harian Lewat Ekosistem Kopi, Target Rp4 Miliar di ICX 2026
Maruarar juga menyampaikan, pemerintah akan mendorong pembangunan rusun di lahan KAI lainnya, yakni Kiaracondong, Bandung.
"Tahun ini kita sudah siap Pak, 2.000 rusun dari Astra sudah datang ke tempat Pak Ateh (Kepala BPKP). Jadi saya rasa Bapak kami akan undang dalam waktu dekat di lahan Kereta Api untuk groundbreaking rusun di tanah Kereta Api dari Astra," katanya.
Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo (tengah), Menteri PKP Maruarar Sirait (kanan), Dirut PT KAI Bobby Rasyidin (dua dari kiri), dan Dirut BTN Nixon LP Napitupulu (kiri) di Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (21/8/2026). Foto: investortrust/Rizqi P Satria

