Rusun Qatar Kampung Bandan Belum Dibangun, Dirut BTN: Masih Nunggu Izin Pemerintah
JAKARTA, investortrust.id — Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), Nixon LP Napitupulu mengungkapkan, pembangunan hunian vertikal di kawasan Kampung Bandan, Jakarta Utara, yang merupakan bagian dari rencana pengembangan hunian bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dan investor Qatar, belum dimulai.
Nixon menyebut, proyek tersebut masih menunggu proses administrasi dan perizinan dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
Baca Juga
LippoLand Kembangkan RX Tower, Perkuat Konsep Hunian Terintegrasi
"Yang sudah ada sama Qatar, cuman ada proses administrasinya aja, perizinannya gitu ya," kata Nixon dalam acara groundbreaking Hunian Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (21/8/2026).
Dia menegaskan, pembangunan fisik hunian tersebut hingga saat ini belum dilakukan karena masih menunggu izin pemerintah. "Masih nunggu ini kan, izin dari pemerintah maupun pemda. Pemerintah juga pusat. Belum dibangun (fisiknya)," lugas Nixon.
Nixon menuturkan, proyek hunian di kawasan Kampung Bandan tersebut menjadi salah satu rencana pengembangan hunian berbasis transit oriented development (TOD) yang tengah dijajaki BTN bersama KAI.
Menurutnya, selain Kampung Bandan, BTN dan KAI juga akan melihat sejumlah stasiun kereta api yang masih memiliki lahan kosong untuk dikembangkan menjadi hunian vertikal.
"Ya kita lihat lagi stasiun-stasiun lain yang masih ada area kosong. Kalau cuma 1-2 tower nggak apa-apa. Jadi kita bangunin terus," ujar Nixon.
Sementara itu, untuk proyek hunian Manggarai yang baru dilakukan groundbreaking, Nixon menyebut pembangunan tahap awal akan terdiri dari dua atau tiga tower dari rencana keseluruhan sebanyak delapan tower.
BTN menargetkan skema pembiayaan KPR untuk hunian tersebut menggunakan bunga 6% flat hingga lunas dengan tenor hingga 40 tahun. Nixon menyebut harga hunian dijaga di bawah Rp 600 juta dengan nilai pembiayaan sekitar Rp 500 juta-Rp 600 juta.
Untuk pembangunan tahap awal, Nixon mengatakan, proses konstruksi diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu tahun hingga satu tahun tiga bulan.
Adapun BTN masih melakukan negosiasi terkait bunga kredit konstruksi yang akan disalurkan kepada anak usaha PT KAI, yakni KAI Properti. "Ini masih proses negosiasi. Tinggal itu aja sebenarnya dengan temen-temen KAI Properti," ungkap Nixon.
Nixon menambahkan, BTN juga tengah menyiapkan mekanisme pendaftaran minat sebelum konsumen dapat melakukan akad KPR. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan konsumen tidak dirugikan apabila terjadi kendala dalam proses pembangunan.
Baca Juga
BTN Dorong Hunian Berkelanjutan Lewat Penanaman 10.000 Mangrove di Bali
"Yang pertama prosesnya adalah teman-teman daftar minat, minat beli. Nah belinya itu efektif setelah akad kan. Nah tapi yang minat inilah yang akan mendapatkan prioritas hak untuk akad," kata Nixon.
Dia juga menerangkan, pendaftaran minat untuk hunian Manggarai ditargetkan mulai dibuka pada akhir Agustus 2026, setelah seluruh legalitas dan perizinan dipastikan. "Kalau bisa sih akhir bulan lah mulai kita buka pendaftaran atau daftar minat," tutur Nixon.
Sebelumnya, PT Al Qilaa International Indonesia resmi meluncurkan penjualan perdana hunian vertikal di kawasan Kampung Bandan, Jakarta, sebagai bagian dari dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Peluncuran ini merupakan tindak lanjut dari rencana investasi pembangunan satu juta unit hunian vertikal yang sebelumnya telah diumumkan Al Qilaa Global Group asal Qatar. Pada tahap awal, perseroan menawarkan dua tipe unit dengan luas 25 meter persegi dan 36 meter persegi, masing-masing bertipe satu dan dua kamar tidur, dengan harga mulai dari Rp 360 juta.
Proses nomor urut pemesanan (NUP) telah dibuka bagi masyarakat, sementara fasilitas kredit pemilikan apartemen (KPA) akan difasilitasi oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN).
“BTN mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah, investor global, dan para mitra strategis dalam pengembangan hunian vertikal Kampung Bandan. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen BTN sebagai bank yang fokus pada pembiayaan perumahan untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau, khususnya di kawasan perkotaan,” kata Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu beberapa waktu lalu.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan, Hashim S Djojohadikusumo menyambut baik seremoni peluncuran unit rumah susun (rusun) dari Qatar sebagai salah satu pengungkit Program 3 Juta Rumah.
“Program 3 juta rumah adalah salah satu komitmen utama Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia. Peluncuran hunian vertikal di Kampung Bandan hari ini merupakan langkah nyata menuju tercapainya visi tersebut,” ujar dia.
Sementara itu, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah menambahkan, dengan diluncurkannya dua unit perdana dari target 50.000 unit ini membuka kesempatan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memiliki rumah pertama mereka.
“Prakarsa ini mencerminkan tekad pemerintah untuk memastikan setiap keluarga Indonesia memiliki akses terhadap hunian yang layak dan terjangkau. Kolaborasi antara Al Qilaa, BTN, dan Danantara menunjukkan bagaimana investasi global dan institusi nasional dapat bergandengan tangan untuk mempercepat pencapaian Program 3 Juta Rumah,” jelas dia.
Di sisi lain, Chairman Al Qilaa Global Group Sheikh Abdulaziz Al Thani menegaskan, hunian vertikal ini dibangun bukan sekedar konstruksinya saja melainkan juga kesejahteraan sosial dan lingkungan bagi rakyat Indonesia.
“Peluncuran ini mencerminkan komitmen serius kami dalam mendukung penyediaan perumahan bagi masyarakat Indonesia, sejalan dengan program 3 juta rumah Presiden Prabowo. Hunian ini bukan sekadar tempat tinggal, melainkan bagian dari ekosistem hunian berkelanjutan yang mendukung kehidupan komunitas,” tutur dia.
Untuk merealisasikan proyek tersebut, Al Qilaa membentuk konsorsium dengan mitra lokal dan internasional, termasuk Kementerian PKP, BTN, serta Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Adapun kontraktor proyek ini adalah konsorsium China Communications Construction Company (CCCC) dan PT Risjadson Land, dengan Epic Property sebagai agen pemasaran.
Sekadar informasi, Al Qilaa International Group berencana membangun 50.000 unit rumah susun (rusun) di lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI. Pembangunan tahap awal ini menjadi bagian dari komitmen Al Qilaa dalam mendukung program 3 juta rumah Presiden Prabowo Subianto.
Kesepakatan pra-kerja sama ditandatangani Chairman Al Qilaa Global Group Abdulaziz Al Thani dan Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin, disaksikan Ketua Satgas Perumahan Hashim S Djojohadikusumo di Kampung Bandan, Kemayoran, Jakarta, Rabu (17/9/2025) lalu.
Adapun proyek ini akan dikembangkan dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) di atas lahan KAI. Nantinya, hunian vertikal dirancang dalam bentuk smart towers yang dilengkapi fasilitas pendukung seperti sekolah, taman bermain, ruang komunal, dan sistem hunian pintar.

