DSLNG Siap Tambah Kapasitas LNG Tanpa Bangun 'Train' Baru
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Donggi-Senoro LNG (DSLNG) menyatakan siap meningkatkan kapasitas pengolahan LNG jika mendapat tambahan pasokan gas hingga 100 juta kaki kubik per hari atau million standard cubic feet per day (MMSCFD). Perusahaan menilai tambahan pasokan tersebut dapat diakomodasi melalui peningkatan fasilitas yang ada tanpa membangun satu train baru.
Plant Deputy General Manager DSLNG Sugianto Daesani mengatakan kesiapan tersebut didukung ketersediaan lahan dan kajian teknis yang telah dimiliki perusahaan. Namun, keputusan investasi tetap akan bergantung pada kepastian pasokan dan keekonomian harga gas.
"Kalau ada penambahan tadi sampai 100 MMSCFD kita siap apabila memang nanti harga gasnya masuk," ujar Sugianto saat ditemui di media visit PT Donggi-Senoro LNG (DSLNG) Senin (17/8/2026).
Saat ini DSLNG memiliki kapasitas produksi sekitar 2,1 juta ton LNG per tahun dengan satu train. Untuk menjalankan satu train produksi, fasilitas tersebut membutuhkan pasokan gas sekitar 335 MMSCFD.
Sugianto mengatakan DSLNG telah memiliki kajian untuk pengembangan kapasitas apabila pasokan gas dari hulu bertambah. Perusahaan juga masih memiliki lahan yang dapat digunakan untuk mendukung pengembangan fasilitas. "Studi kita sudah punya. Lahannya masih banyak," katanya.
Ia mengatakan keekonomian proyek sangat bergantung pada hubungan antara harga gas sebagai bahan baku dan harga LNG yang dihasilkan. Tambahan kapasitas harus memberikan margin yang memadai agar investasi pengembangan fasilitas dapat berjalan. "Pendanaannya tentu nanti melihat harga gasnya," ujar Sugianto.
Sugianto menyebut tambahan pasokan sekitar 100 MMSCFD secara teknis tidak serta-merta membutuhkan pembangunan train LNG baru. DSLNG dapat meningkatkan kemampuan fasilitas yang sudah ada melalui modifikasi. "Di booster," katanya ketika ditanya apakah tambahan pasokan tersebut membutuhkan pembangunan train baru atau cukup melalui peningkatan fasilitas yang ada.
Fasilitas LNG DSLNG saat ini mendapatkan pasokan gas dari dua sumber utama, yakni Blok Senoro-Toili dan Blok Matindok. Blok Senoro-Toili memasok sekitar 250 MMSCFD. Blok tersebut dikelola melalui Joint Operating Body atau JOB, bentuk kerja sama operasi dalam pengelolaan lapangan migas, yang melibatkan PT Pertamina Hulu Energi Tomori Sulawesi, PT Medco E&P Tomori Sulawesi, dan Tomori E&P Ltd. Sementara itu, sekitar 85 MMSCFD pasokan gas berasal dari Blok Matindok yang dikelola PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi atau Pertamina EP.
Sugianto mengatakan terdapat pembahasan mengenai potensi tambahan produksi gas dari wilayah hulu, termasuk dari Blok Senoro. Namun, tambahan sumber daya tersebut belum seluruhnya mendapatkan alokasi untuk DSLNG. "Yang ditemukan nambah 60 MMSCFD, tapi yang sumur lama kan berkurang," ujar Sugianto.

