Antisipasi Lonjakan Penumpang, KCI Tambah 24 Train Set Senilai Rp5 Triliun
JAKARTA, Investortrust.id – PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) memprediksi kenaikan volume pengguna commuter line (KRL) di tahun 2024 naik 17%. Hal ini mendorong KCI berencana menambah rangkaian kereta sebanyak 24 rangkaian kereta (train set).
Program penambahan kereta ini merupakan proyek tahun jamak (multiyears) yang menghabiskan anggaran sebanyak Rp5 triliun.
“Antisipasi kami dalam peningkatan volume pengguna KRL adalah dengan penambahan train set sebanyak 24 train set, sudah tanda tangan kontrak dengan PT Industri Kereta Api atau PT INKA (Persero),” jelas Plt Direktur Utama KCI, Asdo Artriviyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (11/1/2024).
Baca Juga
KAI: Kecepatan Kereta Api Naik dari 80 Km/Jam ke 120 Km/Jam dalam 3 Tahun
Dia turut menyampaikan, proyek multiyears tersebut menghabiskan anggaran setidaknya Rp5 triliun.
“Ini kita sudah membuat program sampai tahun 2027, di mana ada pengadaan KRL baru 16 train set dari INKA plus di tahun 2025 kita kontrak 8 train set lagi. Jadi, ada 24 train set ditambah retrofit 19 train set hingga 2027 (1 train set terdiri atas 12 gerbong). Anggarannya itu bertahap, di tahun ini sebesar Rp2 triliun dan tahun 2025 itu sebanyak Rp1,5 triliun. Selanjutnya, di tahun 2027 itu sebesar Rp1,5 triliun, jadi totalnya Rp5 triliun,” ungkap Asdo.
Asdo menambahkan, retrofit atau penyehatan kereta tersebut memiliki nilai ekonomis 50% dari kereta baru.
“Kemudian, sesuai izin pemerintah KCI akan melakukan retrofit terhadap beberapa kereta yang sudah masuk tahapan konservasi. Sehingga, performanya menjadi baru lagi walaupun nilai ekonomisnya tidak seperti yang baru. Nilai ekonomis yang baru itu sekitar 30 tahun sedangkan yang di retrofit ini sekitar 15 tahun, hampir separuhnya,” tutupnya. (CR-3)

