Gak Jadi ke China, BMW Bangun Pabrik MINI Listrik di Inggris
JAKARTA, Investortrust.id - Manufaktur otomotif Jerman BMW mengungkapkan rencana untuk membangun Mini (Cooper) listrik generasi berikutnya di Oxford setelah memperoleh paket pendanaan dari pemerintah, dan akan menyerap 4.000 tenaga kerja. Pengumuman ini rencananya akan disampaikan ke publik hari ini, Senin (11/9/2023).
Keputusan produsen mobil Jerman untuk berinvestasi di Oxford ini merupakan hasil dari keterlibatan "banyak pihak" dengan pemerintah Inggris, demikian disampaikan Departemen Bisnis dan Perdagangan Inggris yang dilansir The Guardian, Senin (11/9/2023). Sejumlah pihak meyakini komitmen ini dibuat setelah pemerintah berjanji untuk mengucurkan puluhan juta poundsterling dana dari pajak.
Keputusan ini juga menandai keberuntungan bagi Inggris. Pasalnya BMW tahun lalu sempat mengatakan bahwa sebagian besar mobil Mini listriknya akan diproduksi di China, dengan alasan adanya kesulitan memproduksi kendaraan listrik dan mobil dengan mesin pembakaran internal di pabrik Cowley.
Sejumlah anggota kabinet pun menyambut baik keputusan ini, termasuk Chancellor of the Exchequer Jeremy Hunt, yang mengatakan bahwa investasi BMW adalah "Sebuah kepercayaan yang besar di dalam negeri, sebagai pemimpin industri kendaraan listrik global."
Baca Juga
Sekedar informasi, Chancellor of the Exchequer adalah jabatan dalam pemerintahan Inggris yang setara dengan Menteri Keuangan di negara lain. Chancellor of the Exchequer adalah salah satu posisi paling berpengaruh dalam pemerintahan Inggris dan bertanggung jawab atas masalah keuangan dan ekonomi negara.
Hunt pun mengatakan, industri mobil listrik sedang berkembang pesat, “Menciptakan ribuan lapangan kerja, dan mendorong transisi hijau Inggris.
Pemerintah Inggris menyatakan bahwa langkah BMW ini merupakan "investasi bernilai jutaan poundsterling", kendati tidak disebutkan berapa persisnya nilai investasi tersebut. BMW diperkirakan akan memberikan rincian lebih lanjut tentang investasinya, termasuk jumlah totalnya, pada hari Senin ini (11/9/2023).
Baca Juga
Menteri Bisnis dan Perdagangan, Kemi Badenoch, dijadwalkan akan mengunjungi Oxford untuk mengumumkan secara resmi. Sebelumnya pemerintah menyatakan akan meningkatkan investasi dalam sektor otomotif menjadi lebih dari £6 miliar selama dua tahun.
Langkah ini mencerminkan peningkatan dalam prospek industri kendaraan listrik Britania Raya, yang menghadapi ketidakpastian terkait pasokan baterai dan tarif pascaBrexit.
Stellantis, pabrikan yang memproduksi Vauxhall dan Peugeot pekan lalu mulai memproduksi kendaraan listrik (EV) di pabriknya di Ellesmere Port, setelah investasi sebesar £100 juta yang menjadikan fasilitas produksi tersebut sebagai yang pertama sepenuhnya didedikasikan untuk EV.
Pengumuman ini juga dilansir menyusul adanya investasi sebesar £4 miliar dari Tata untuk membangun gigafactory di Inggris, yang akan memasok baterai listrik, serta £1 miliar dari Nissan dan AESC untuk menciptakan pusat manufaktur EV di Sunderland.
Baca Juga
Presiden Jokowi ke Tiongkok Bicarakan Mobil Listrik, Apa Harapan Pengusaha Nikel?
Pabrikan mobil AS, Ford, pun tak mau ketinggalan, dengan mengalirkan £380 juta ke fasilitas Halewood-nya, yang akan menjadi perusahaan fasilitas komponen EV pertama di Eropa.
Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak juga mengatakan bahwa investasi BMW adalah "contoh gemilang lainnya bagaimana Inggris menjadi tempat terbaik untuk membangun mobil masa depan."
Sementara itu pihak BMW menolak untuk memberikan komentar.

