Harga Emas Turun 1% Setelah Sentuh Level Tertinggi 2 Bulan
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas turun hampir 1% pada Kamis (13/8/2026) setelah investor mengamankan keuntungan dari reli yang membawa harga logam mulia tersebut ke level tertinggi dua bulan. Pergerakan itu terjadi setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) menunjukkan tekanan harga masih sesuai dengan ekspektasi pasar, sehingga peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada September kembali menyusut.
Harga emas turun 0,9% menjadi US$ 4.366,38 per ons. Sebelumnya, harga emas sempat menyentuh US$ 4.449,39 per ons, level tertinggi sejak 5 Juni 2026. Harga emas berjangka AS juga melemah 1% menjadi US$ 4.423,60 per ons.
Baca Juga
Pergerakan tersebut terjadi setelah emas mencatat kenaikan sekitar 9% dalam sepekan. Reli itu didorong pembelian investor China dan investor ritel, sementara harga yang mendekati US$ 4.500 membuat sebagian pelaku pasar memilih merealisasikan keuntungan.
“US$ 4.500 adalah titik resistensi besar untuk emas. Kita telah menyentuhnya dua kali dan harga emas anjlok dari titik itu, dengan para pedagang merasa gelisah di dekat level US$ 4.500 saat ini,” kata ahli strategi pasar senior StoneX, Bob Haberkorn, dilansir CNBC.
Data inflasi produsen AS juga menjadi perhatian pasar. Indeks Harga Produsen atau Producer Price Index (PPI) AS tidak berubah pada Juli karena penurunan harga barang mengimbangi kenaikan biaya jasa.
Data PPI muncul sehari setelah laporan inflasi konsumen AS. Indeks Harga Konsumen atau Consumer Price Index (CPI) menunjukkan inflasi AS naik 3,4% dalam 12 bulan hingga Juli, melambat dari 3,5% pada Juni dan sesuai dengan perkiraan ekonom.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan September turun menjadi 34%, dari 40% segera setelah data PPI dirilis.
Pasar menilai pembuat kebijakan The Fed tidak memiliki alasan kuat untuk menaikkan suku bunga pada bulan depan setelah inflasi melandai untuk bulan kedua berturut-turut. Data tersebut memberi ruang bagi bank sentral AS untuk mempertahankan tingkat suku bunga sambil memantau perkembangan tekanan harga dan pasar tenaga kerja.
Namun, Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland Beth Hammack pada Rabu kembali menyampaikan pandangan bahwa kenaikan suku bunga perlu dilakukan segera.
Analis independen Tai Wong mengatakan reli emas dalam sepekan terakhir telah cukup kuat sehingga aksi ambil untung mulai terlihat ketika harga mendekati area teknikal penting.
Baca Juga
“Emas mengalami kenaikan yang cukup solid sebesar 9% dalam seminggu karena pembelian oleh investor Tiongkok dan ritel; terlihat beberapa aksi ambil untung di sekitar rata-rata pergerakan 100 hari,” kata Wong.
Pergerakan emas juga berlangsung di tengah pasar komoditas yang lebih luas. Harga minyak turun pada Kamis karena investor menilai prospek permintaan global yang lebih lemah sepanjang tahun di tengah gangguan pasokan.
