Kadin Minta Pengusaha Diversifikasi Aset ke Emas Saat Rupiah Melemah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong para pengusaha melakukan diversifikasi aset untuk mengamankan kapital di tengah penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan pelemahan nilai tukar rupiah.
Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu (12/8/2026). Rupiah turun 0,07% ke level Rp17.873 per dolar AS pada pukul 09.14 WIB.
Pelemahan rupiah terjadi di tengah penguatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang Asia. Berdasarkan data Bloomberg, yen Jepang melemah 0,05%, yuan China turun 0,01%, rupee India melemah 0,15%, dolar Singapura turun 0,16%, dan baht Thailand melemah 0,06%.
Mulanya, Wakil Ketua Umum (WKU) Bidang Organisasi Kadin Taufan Eko Nugroho Rotorasiko menyatakan, penguatan dolar AS memberikan dampak berbeda bagi pelaku usaha.
"Kami melihat memang ada yang was-was dengan penguatan dolar, tapi juga ada yang merasa sangat diuntungkan dengan penguatan dolar. Bagi teman-teman kita yang bergerak di bidang ekspor, itu lagi banyak bergerak sekali kegiatannya," kata Taufan di Gade Tower, Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Dia pun menilai, pengusaha perlu memanfaatkan kondisi tersebut dengan melakukan diversifikasi aset, salah satunya melalui emas. Menurut Taufan, emas dapat digunakan untuk mengamankan kapital dari risiko perubahan nilai tukar.
"Saya lagi kepikiran bagi teman-teman kita, pengusaha-pengusaha untuk mengamankan capital-nya. Jadi bagaimana kita coba bersinergi erat dengan Pegadaian, yang tadi sudah diutarakan juga salah satunya bank emas di Indonesia," tutur dia.
Taufan juga menggarisbawahi pentingnya edukasi kepada pengusaha nasional hingga daerah untuk tidak hanya menyimpan aset dalam bentuk rupiah maupun mata uang lainnya, tetapi juga safe haven yaitu emas.
"Jadi jangan hanya pegang rupiah atau mata uang lainnya, tapi pegang emas," tegas dia.
Bahkan, dia menyoroti ekosistem emas yang dimiliki Pegadaian sudah cukup berkembang. Taufan menyebut Pegadaian memiliki sekitar 6 juta pelanggan dan sekitar 30 juta transaksi dengan nilai sekitar Rp 70 triliun.
"Jadi sudah mumpuni, tinggal kita coba mengedukasi teman-teman pengusaha, kapital yang ada harus di safe haven kan ke emas," tandas Taufan.
Taufan juga mengusulkan agar Kadin melakukan edukasi kepada pengusaha mengenai kemudahan transaksi emas melalui aplikasi Tring dari Pegadaian. Dia menekankan, edukasi tersebut bukan untuk menjual produk Pegadaian, melainkan mendorong diversifikasi aset di tengah ketidakpastian global.
"Saya sih pengen mengusulkan kita edukasi hal tersebut. Jadi ini sebenarnya nggak menjual produk Pegadaian, tapi lebih ke arah mengedukasi para pengusaha, jangan hanya pegang mata uang apapun bentuknya, tapi peganglah emas," ucap Taufan menambahkan.
Menurut Taufan, pengusaha dapat mulai mengalokasikan sebagian dana yang dimiliki untuk emas.
Dia memberikan contoh alokasi sekitar 10% dari total dana. "Kalau punya dana 100%, coba deh 10%-nya masukkan ke emas. Biar merasakan sendiri," kata Taufan.
Langkah tersebut juga dinilai berkaitan dengan kepentingan nasional karena dapat membantu menjaga nilai kapital masyarakat di tengah fluktuasinya nilai tukar rupiah terhadap dolar.
"Dan saya melihat ini kepentingan nasional sebenarnya. Karena jangan sampai dengan kegiatan global yang luar biasa, nilai kapital, esensi kapitalnya itu menurun," lugas Taufan.
Oleh karenanya, diversifikasi melalui emas diharapkan dapat membantu pengusaha RI menghadapi pergerakan nilai tukar dolar AS tanpa terlalu terpengaruh oleh gejolaknya kurs mata uang Garuda.
Pada 12 Agustus 2026, PT Pegadaian bersama Kadin menjalin kerja sama untuk mengembangkan ekosistem emas di Indonesia. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Pemberdayaan Ekonomi Terintegrasi: Kolaborasi Strategis Kadin-Pegadaian Mengemaskan Indonesia.
Pegadaian saat ini mengelola emas sebanyak 153,5 ton di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut mencakup emas dari produk gadai, cicilan emas, dan tabungan emas.
"Jadi Pegadaian saat ini mengelola emas ya mulai gadai, cicilan emas, tabungan emas, itu 153,5 ton di seluruh Indonesia. Terdiri dari gadai, dari cicilan emas, dari tabungan. Kalau tabungan emas saat ini adalah lebih dari 20 ton," jelas Direktur Utama Pegadaian, Damar Latri Setiawan.
Sementara itu, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya N Bakrie menyebutkan, kerja sama dengan Pegadaian dapat dilakukan untuk mendorong emas sebagai instrumen tabungan, investasi, hingga pembiayaan bagi dunia usaha.
"Pertama, ya tentu bagaimana kita bisa menggiatkan, menyosialisasikan emas sebagai tabungan. Bahkan tadi saya suka tagline-nya 'Mencapai Indonesia Emas dengan Emas'. Dan kedua, ialah juga bisa menjadi sumber pembiayaan," kata Anindya.
Menurutnya, kerja sama tersebut tidak hanya menyasar pengusaha besar, tetapi juga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi bagian dari Kadin. "Jadi bukan hanya untuk saving, tapi juga investasi dan yang kedua ialah financing itu sendiri," ujar Anindya.

