Pertamina Youth Program 2026 Dorong Literasi Energi Generasi Muda
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Pertamina (Persero) memilih 50 mahasiswa dari lebih dari 1.600 pendaftar untuk mengikuti Pertamina Youth Program (PYP 2026) sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi energi dan peran generasi muda dalam transisi energi nasional.
PYP 2026 mengusung tema "Pemuda Penggerak Transisi Energi untuk Kemandirian Nasional" dan memperkenalkan peserta pada industri energi, strategi bisnis Pertamina, serta program perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita mengatakan jumlah pendaftar PYP 2026 meningkat signifikan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya yang mencatat sekitar 500 pendaftar. Tahun ini, lebih dari 1.600 mahasiswa mengirimkan esai untuk mengikuti program tersebut. Dari jumlah tersebut, sebanyak 800 esai diseleksi oleh dewan juri yang terdiri atas akademisi, profesional, dan perwakilan Pertamina sebelum akhirnya memilih 50 peserta.
Baca Juga
Keruk Laba US$ 79,6 Juta, Produksi Listrik Pertamina Geothermal (PGEO) Meroket 13,62%
"Antusiasme mahasiswa terhadap isu energi luar biasa. Tahun ini jumlah pendaftar meningkat lebih dari tiga kali lipat. Ini menunjukkan bahwa generasi muda memiliki kepedulian besar terhadap masa depan energi Indonesia dan ingin memahami peran Pertamina dalam menjaga ketahanan energi nasional," ujar Arya dalam pembukaan PYP 2026 di Bogor, dikutip Jumat (7/8/2026).
Salah satu materi yang diperkenalkan adalah dual growth strategy, strategi yang mengembangkan bisnis yang sudah berjalan sekaligus memperluas bisnis rendah karbon. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menghadapi perubahan lanskap industri energi. Peserta juga mendapatkan informasi mengenai berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina. Program tersebut mencakup pemberian beasiswa, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM, serta pengembangan Desa Energi Berdikari (DEB).
Arya mengatakan mahasiswa dapat berperan dalam memperkenalkan potensi energi terbarukan di daerah ketika menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) maupun kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
"Mahasiswa memiliki peran penting sebagai penyambung informasi kepada masyarakat. Ketika mereka kembali ke kampus maupun ke daerah asalnya, kami berharap mereka dapat menyampaikan pemahaman yang utuh mengenai ketahanan energi, transisi energi, dan berbagai peluang pengembangan energi nonfosil," katanya.
Bahas Nuklir hingga Hidrogen
Diskusi dalam PYP 2026 juga mengangkat sejumlah isu strategis di sektor energi. Peserta membahas energi nuklir, hidrogen, hingga aspek regulasi yang berkaitan dengan pengembangan energi di Indonesia.
Arya menilai pertanyaan yang disampaikan peserta menunjukkan perspektif yang semakin beragam. Latar belakang mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi membuat diskusi tidak hanya melihat energi dari sisi teknis, tetapi juga dari aspek sosial, ekonomi, dan kebijakan.
"Insyaallah, ini menjadi yang pertama dalam penyelenggaraan PYP. Peserta yang memiliki prestasi menonjol akan memperoleh kesempatan beasiswa agar mereka dapat mengembangkan potensinya dan berkontribusi membangun daerah maupun Indonesia," kata Arya.
Baca Juga
Pertamina Pastikan Mobil Tangki Terlibat Kecelakaan di Trans Kalimantan Bukan Armada Perusahaan
Salah satu peserta PYP 2026, Isti, mahasiswa asal Riau yang menempuh pendidikan di Telkom University, mengatakan dirinya mengikuti program tersebut untuk memahami lebih jauh komitmen Pertamina terhadap pembangunan berkelanjutan, terutama di bidang pendidikan dan sosial.
Menurut Isti, Riau masih membutuhkan program berkelanjutan yang dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas, terutama pelajar dan mahasiswa yang menghadapi keterbatasan akses pendidikan.
"Saya berharap Pertamina terus menghadirkan program yang berkelanjutan di bidang pendidikan dan sosial. Setelah mengikuti PYP, materi yang disampaikan sangat berbobot dan mampu menjawab berbagai keresahan kami sebagai generasi muda. Harapannya, mahasiswa bisa terus berkolaborasi dengan program-program Pertamina sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan," ujar Isti.

