Margin Fee Naik 7%, Bulog Proyeksikan Bisa Kantongi Laba hingga Rp 1,14 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah telah menetapkan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 3 tanggal 29 Juli 2026 yang secara resmi memberikan penyesuaian margin penugasan kepada Perum Bulog menjadi 7% atau setara Rp970 per kilogram beras, meningkat signifikan dibandingkan skema tetap yang sebelumnya diterapkan sebesar Rp50 per kilogram beras.
Kemudian pemerintah juga telah memberikan dukungan berupa keringanan bunga perbankan dalam pembiayaan operasional Bulog, yang menghasilkan efisiensi fiskal bagi pemerintah sebesar Rp1,07 triliun.
Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan dukungan pemerintah tersebut menjadi fondasi penting bagi transformasi Bulog sebagai lembaga pangan negara yang semakin profesional, sehat secara finansial, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Kebijakan-kebijakan strategis yang diberikan tidak hanya memperkuat pelaksanaan penugasan pemerintah, tetapi juga menciptakan tata kelola yang semakin sehat sehingga Bulog dapat menjalankan fungsinya secara berkelanjutan dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional,” ujar Rizal dalam keterangan tertulisnya, Selasa (4/8/2026).
Baca Juga
Stok Beras Nasional Tembus 5,1 Juta Ton, Pemerintah Percepat Revitalisasi Gudang Bulog
Dengan berbagai kebijakan tersebut, Bulog memproyeksikan kinerja keuangan yang semakin positif. Hingga akhir tahun 2026, Bulog berpotensi membukukan laba sebesar Rp1,14 triliun. Capaian tersebut diproyeksikan menjadi yang pertama sepanjang sejarah berdirinya Bulog dan menjadi tonggak penting transformasi perusahaan, sekaligus mencerminkan lompatan signifikan dalam penguatan tata kelola, efisiensi, dan keberlanjutan bisnis.
Langkah tersebut dilakukan agar seluruh komoditas pangan yang dikelola dan disalurkan Bulog tetap memenuhi standar kualitas, aman dikonsumsi, serta memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.
Perkuat Sinergi
Ke depan, Bulog berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan seluruh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan lainnya dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Menurut Rizal, dukungan pemerintah yang semakin kuat diharapkan menjadi fondasi bagi Bulog untuk terus menjalankan penugasan secara profesional, akuntabel, dan berkelanjutan demi mewujudkan swasembada pangan Indonesia.
"Penguatan kondisi keuangan tersebut akan kami kembalikan untuk semakin meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. BULOG akan menambah dukungan terhadap biaya operasional pemeliharaan gudang, memperkuat sistem penyimpanan komoditas pangan, serta menambah sumber daya manusia yang bertugas dalam pengawasan mutu (Quality Control) di seluruh rantai penugasan", terangnya.
