Subsidi Angkutan Umum Jadi Prioritas Perbaikan Transportasi Daerah
JAKARTA, investortrust.id - Penguatan peranan daerah di sektor transportasi dibutuhkan, khususnya pada beberapa isu yang tengah menjadi prioritas pemerintah. Ini seperti subsidi angkutan umum, penanganan perlintasan sebidang, optimalisasi sarana dan prasarana transportasi, peningkatan keselamatan transportasi, serta peningkatan kompetensi SDM transportasi.
"Hal itu perlu menjadi prioritas, terutama dalam penganggaran pembangunan wilayah. Hal ini mengingat peran penting transportasi sebagai pengendali inflasi, pendukung pertumbuhan ekonomi, pembuka keterisolasian, serta sebagai pemersatu bangsa," kata Kepala Badan Kebijakan Transportasi Robby Kurniawan, dalam keterangan di Jakarta, Kamis (08/02/2024).
Baca Juga
Selain itu, kata dia, ketersinambungan ketersediaan pelayanan jasa transportasi dalam memenuhi kebutuhan aktivitas produksi, konsumsi, dan distribusi, harus mendapat perhatian bersama secara berkelanjutan.
Membangun Sinergitas
Akademisi Universitas Sriwijaya Erika Buchari menyebut, beberapa upaya diperlukan dalam membangun sinergitas di sektor transportasi. Diperlukan penyusunan kebijakan bersama antara pemerintah pusat dan daerah, yang memuat program transportasi yang terintegrasi dan selaras dengan Rencana Induk Transportasi Nasional (RITN). Selain itu, penguatan koordinasi dan komunikasi, harmonisasi regulasi dengan penyusunan peraturan bersama dan fasilitasi penyelarasan peraturan daerah, penguatan kapasitas dan sumber daya, serta peningkatan kerja sama dengan berbagai pihak.
“Beberapa contoh sinergitas yang sudah berjalan, antara lain, program mudik gratis yang diselenggarakan oleh Kemenhub bekerja sama dengan pemerintah daerah. Selain itu, pembangunan jaringan kereta api Trans-Sulawesi yang menghubungkan beberapa provinsi, dan pengembangan sistem transportasi publik di kota-kota besar,” ujarnya.
Sementara itu, Kasubdit Transportasi Darat dan Perkeretaapian Bappenas Dail Umamil Asri menyampaikan, dari sisi arah kebijakan pembangunan dalam RPJPN 2025, sasaran utama sektor transportasi yakni daya saing SDM meningkat dan teintegrasinya ekonomi domestik dan konektivitas global. Selain itu, intensitas emisi GRK menurun menuju Net Zero Emission.
“Saat ini, penyusunan RPJMN 2025-2029 telah sampai pada tahapan rancangan teknokratik. Selanjutnya, akan dimutakhirkan secara bertahap dalam rancangan awal dan rancangan akhir, sebelum ditetapkan pada awal tahun 2025,” ungkapnya.
Baca Juga
Eks Dirut Transjakarta Didakwa Rugikan Negara Rp 127 M atas Korupsi Bansos Beras

