James Riady: Pemerintah dan Kadin Siapkan Indonesia Hadapi Disrupsi AI
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Pemerintah bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyiapkan langkah antisipatif untuk menghadapi dampak revolusi digital, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), dan robotika yang diperkirakan akan menggeser jutaan pekerjaan di sektor padat karya. Di tengah gelombang transformasi teknologi tersebut, Presiden Prabowo Subianto dinilai telah menyiapkan arah pembangunan yang jelas, tidak hanya menjaga ketahanan ekonomi nasional, tetapi juga membangun fondasi industri masa depan yang mampu menyerap tenaga kerja baru.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia, James Riady, kepada wartawan usai mendampingi sekitar 150 pengurus Kadin Indonesia beraudiensi dengan Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/07/2026).
Menurut James, dunia sedang memasuki fase perubahan besar akibat perkembangan AI, robotika, dan berbagai teknologi baru yang berlangsung secara bersamaan. Transformasi tersebut membuat industri padat karya secara bertahap akan semakin berkurang sehingga pemerintah dan dunia usaha harus bergerak cepat menyiapkan tenaga kerja agar mampu memasuki sektor-sektor ekonomi baru.
“Pak Presiden sangat memahami tantangan ini. Ada sekitar 60 juta pekerja Indonesia yang perlu dilatih ulang (reskilling) dan ditingkatkan keterampilannya agar dapat masuk ke industri-industri baru yang tumbuh akibat perkembangan teknologi,” ujar James.
Baca Juga
Bertemu Prabowo, Pengusaha Kadin Apresiasi Pemerintah Gelontorkan Rp 1.000 Triliun untuk Pembangunan
Ia menilai pemerintah telah mulai mengantisipasi perubahan tersebut melalui pembangunan kawasan industri baru, termasuk di Jawa Tengah yang diarahkan menjadi pusat pengembangan industri manufaktur masa depan dan penciptaan lapangan kerja. Sementara Jakarta dan kawasan sekitarnya diproyeksikan berkembang menjadi pusat industri berbasis teknologi, inovasi, serta ekonomi digital.
James mengatakan Kadin Indonesia memiliki komitmen yang sama dengan pemerintah, yakni memperluas investasi dan menciptakan lapangan kerja di seluruh Indonesia, terutama di daerah-daerah yang akan menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kami sebagai dunia usaha tetap memfokuskan diri untuk menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan investasi, khususnya di daerah-daerah. Daerah akan menjadi fondasi Indonesia ke depan,” katanya.
James juga memberikan apresiasi tinggi terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo yang dinilainya memiliki visi pembangunan yang jelas sekaligus mampu menerjemahkannya ke dalam berbagai kebijakan strategis.
Menurut dia, Presiden tidak hanya memahami berbagai tantangan global yang dihadapi Indonesia, tetapi juga memiliki strategi yang bersifat ofensif untuk memanfaatkan peluang ekonomi baru sehingga Indonesia dapat mengambil posisi lebih kuat dalam perekonomian dunia.
“Kami melihat Presiden memiliki visi yang sangat jelas, baik untuk menjaga ketahanan ekonomi bangsa di tengah tantangan global maupun secara ofensif memposisikan Indonesia di masa depan,” ujarnya.
Baca Juga
James menilai sejumlah program strategis pemerintah telah menunjukkan arah tersebut, mulai dari penguatan ketahanan pangan, hilirisasi industri, ketahanan energi, pembangunan perumahan rakyat, hingga pembentukan Danantara sebagai instrumen investasi nasional dalam kerangka Indonesia Incorporated.
Ia menyebut program-program tersebut memberikan keyakinan kepada pelaku usaha bahwa pemerintah memahami tantangan ekonomi global maupun persoalan domestik, tetapi tetap berani mengambil langkah strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.
Di sisi lain, James mengungkapkan minat investor global terhadap Indonesia justru semakin besar, terutama pada sektor AI, robotika, pusat data (data center), dan industri teknologi tinggi.
Menurutnya, banyak perusahaan teknologi internasional mulai menjadikan Indonesia sebagai tujuan investasi, terutama di kawasan Batam serta koridor Jakarta–Karawang karena didukung kecukupan pasokan energi, jaringan serat optik internasional, serta kebijakan luar negeri Indonesia yang dinilai mampu menjaga hubungan baik dengan berbagai negara.
James juga menilai kemampuan Indonesia memperoleh akses terhadap GPU chip berteknologi tinggi membuka peluang besar bagi Indonesia untuk tidak sekadar menjadi pengguna AI, tetapi juga berkembang sebagai pusat produksi dan pengembangan teknologi bagi kawasan ASEAN maupun negara-negara Global South.
Baca Juga
“Indonesia memiliki peluang menjadi basis teknologi baru. Kita tidak hanya menjadi konsumen AI, tetapi juga menjadi produsen dan pusat pengembangan teknologi,” katanya.
Terkait kondisi dunia usaha, James mengakui sebagian kecil pelaku usaha masih bersikap hati-hati karena tingginya ketidakpastian ekonomi global. Namun secara umum, ia melihat aktivitas bisnis di dalam negeri tetap ekspansif.
Ia mencontohkan pusat-pusat perbelanjaan di berbagai daerah masih mengalami tingginya permintaan ruang usaha dari para peritel yang terus melakukan ekspansi. Kondisi tersebut, menurutnya, mencerminkan optimisme pelaku usaha terhadap prospek ekonomi Indonesia.
James juga menepis kekhawatiran mengenai situasi keamanan nasional yang dapat mengganggu iklim investasi. Menurutnya, kehati-hatian pengusaha lebih disebabkan oleh gejolak ekonomi global daripada kondisi keamanan di dalam negeri.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa dunia usaha maupun pemerintah harus menjaga disiplin dalam pengelolaan keuangan di tengah meningkatnya volatilitas global.
“Di era sekarang, struktur keuangan perusahaan maupun negara harus semakin sehat. Pola pembiayaan jangka pendek dengan utang valuta asing sudah tidak lagi sesuai menghadapi kondisi global yang jauh lebih bergejolak,” ujar James.
Ia optimistis, dengan kepemimpinan Presiden Prabowo, sinergi pemerintah dan dunia usaha melalui semangat Indonesia Incorporated, serta percepatan investasi pada industri masa depan, Indonesia memiliki peluang besar menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan daya saing nasional, dan menjadikan transformasi digital sebagai motor pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
