James Riady Pastikan Mal Milik Lippo Takkan Pasang Pagar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Chairman Lippo Group James Riady memastikan mal yang dikelola Lippo Malls tidak akan memasang pagar. James justru menyatakan, pagar yang sebelumnya dipasang di mal jaringan Lippo telah dibongkar dalam 10 tahun terakhir.
“Pasti tidak. Yang terjadi 10 tahun ini ada pagar itu semua mal-mal Lippo kita bongkar, kita turunkan,” kata James seusai menghadiri pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan 150 pengusaha Kadin Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Hal ini disampaikan James menanggapi adanya sejumlah mal yang memasang pagar tinggi dengan narasi isu keamanan. Dikatakan, dunia usaha memang perlu tetap berhati-hati menghadapi dinamika global yang semakin penuh gejolak. Namun, kehati-hatian tersebut tidak seharusnya membuat pelaku usaha kehilangan keyakinan terhadap masa depan Indonesia.
“Jadi mari kita semangat semua ya. Mari kita semangat semua,” katanya.
Baca Juga
Soal Mal Pasang Pagar, Hasan Nasbi Minta Cek Informasi yang Picu Ketakutan
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait usai Presiden Prabowo Subianto menerima jajaran pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di kompleks Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/07/2026), mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi secara intensif dengan para pemilik pusat perbelanjaan terbesar di Indonesia menyusul polemik pemasangan pagar tinggi di sejumlah mal.
Maruarar mengungkapkan bahwa komunikasi tersebut telah membuahkan hasil konkret. Salah satu kesepakatannya adalah pembongkaran pagar di Mal Kota Kasablanka (Kokas), Jakarta, yang dijadwalkan mulai dilakukan pada Senin (03/08/2026). Sementara itu, pengelola pusat perbelanjaan di Surabaya juga sepakat menyesuaikan desain pagar sehingga tidak lagi dibangun dengan konstruksi tinggi yang menimbulkan kesan tertutup.
Menurut Maruarar, keputusan tersebut merupakan hasil dialog yang konstruktif antara pemerintah dan pelaku usaha. Ia menjelaskan bahwa pembahasan tidak hanya menyangkut fungsi pusat perbelanjaan sebagai kawasan komersial, tetapi juga karena sebagian besar kompleks mal modern terintegrasi dengan apartemen dan hotel yang merupakan bagian dari kawasan permukiman.
Ekspansi
James menilai para pengusaha, terutama di sektor ritel dan pertokoan saat ini sedang aktif berekspansi. Meski demikian, James mengakui adanya segelintir pengusaha yang khawatir dengan situasi global. Menurutnya, pengusaha tersebut akan ketinggalan dan mengalami kerugian.
"Jadi secara keseluruhan itu sekarang sedang ekspansif ya. Tetapi ada saja tentu ya segelintir kecil itu yang mungkin dengan situasi global yang bergejolak itu khawatir. Tapi mereka yang akan ketinggalan, mereka yang akan kerugian. Jadi kami sendiri sangat yakin tidak ada keraguan ya terhadap Indonesia sendiri," katanya.
James menegaskan optimismenya terhadap masa depan Indonesia. Apalagi, setelah mendengar paparan Presiden Prabowo dalam pertemuan dengan para pengusaha Kadin. Dikatakan, Prabowo memiliki visi yang jelas mengenai arah kebijakan yang tidak hanya dirancang untuk menghadapi berbagai tantangan global saat ini, tetapi juga mempersiapkan posisi Indonesia pada masa mendatang.
"Visi untuk pertahanan ekonomi bangsa kita itu di tengah-tengah tantangan yang ada saat ini, tetapi juga punya visi yang jelas itu yang secara ofensif melihat peluang-peluang bagaimana memposisikan Indonesia di masa yang akan datang," katanya.
Baca Juga
Menurutnya, keberanian pemerintah menjalankan berbagai terobosan secara bersamaan menjadi karakter penting kepemimpinan Prabowo. James mencontohkan keberanian Prabowo dalam menjalankan berbagai program prioritas pemerintah, seperti swasembada pangan hilirisasi, ketahanan energi, dan 3 juta rumah. Selain itu, James juga mengapresiasi pembentukan BPI Danantara yang menjadi ujung tombak Prabowo untuk mewujudkan Indonesia Incorporated.
"Jadi ini semua ini seharusnya memberikan satu keyakinan kepada kita semua itu tidak buta terhadap masalah-masalah dunia, tantangan-tantangan yang kita hadapi, tidak buta terhadap masalah-masalah even di dalam negeri pun, tetapi tetap sebagai dunia usaha, sebagai Kadin Indonesia memfokus untuk menciptakan lapangan kerja, untuk menggerakkan investasi khususnya di daerah-daerah karena daerah-daerahlah yang menjadi fondasi dari Indonesia ke depan ini," katanya.
James mengakui tidak semua pengusaha memiliki keyakinan yang sama. Hal wajar jika ada pengusaha yang khawatir melihat gejolak dunia. Namun, James menekankan, Indonesia saat ini menjadi primadona bagi investor global.
Dunia Lirik Indonesia
Dicontohkan, industri robotik dan kecerdasan buatan (AI) yang merupakan industri paling futuristik saat ini. Dikatakan, perusahaan perusahaan teknologi global saat ini melirik dan ingin masuk ke Indonesia. Bahkan, sebagian perusahaan global telah masuk ke Indonesia, terutama di Batam dan sekitar Jakarta hingga Karawang.
"Itu karena memiliki kecukupan dari energi dan memiliki fiber connection itu ke dunia." katanya.
Selain itu, kata James, politik luar negeri bebas aktif dan non-blok membuat Indonesia dapat izin dari Amerika Serikat (AS) untuk membeli chip yang tidak semua negara mendapat akses tersebut. Hal ini menjadi pintu bagi Idonesia untuk tidak hanya menjadi konsumen, tetapi justru jadi produsen dalam perkembangan teknologi.
"Menjadi basis teknologi untuk setidaknya ASEAN, tetapi juga untuk keseluruhan yang namanya Global South," katanya.
