Laporkan Kadin GEO ke Presiden Prabowo, Anindya Bakrie Sebut Akan Dorong Peningkatan Perdagangan
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id -- Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa Kadin Indonesia telah membentuk Kadin GEO (Global Engagement Office) sebagai project management dalam memaksimalkan perjanjian perdagangan internasional (FTA dan CEPA), sekaligus mengadakan forum diplomasi secara berkala bersama para duta besar setiap Jumat pekan kedua untuk memperkuat sinergi perdagangan.
Pembentukan badan khusus ini disampaikan Anindya dalam pertemuannya bersama Presiden Prabowo dan pengurus Kadin se-Indonesia di Istana Negara pada Jumat (31/7/2026).
"Kami membuat suatu lembaga di bawah Kadin, Kadin GEO, Kadin Global Engagement Office yang tujuannya untuk menjadi project management dalam memastikan bahwa apa yang telah diperjuangkan pemerintah baik FTA, Free Trade Agreement, SIPA, Comprehensive Economic Partnership Agreement dapat juga termaksimalkan," ujar Anindya.
"Dan juga setiap hari Jumat Pak Presiden pada minggu kedua kami mengadakan suatu acara diplomasi dengan seluruh utama besar dan kami keliling dari Kementerian ke Kementerian untuk memastikan bahwa hubungan antara luar negeri dan juga kepada Kadin daerah dan asosiasi dapat berjalan dengan lancar," imbuhnya.
Langkah tersebut diambil untuk memperkuat diplomasi ekonomi luar negeri dan mencari mitra berdagang, berinvestasi, hingga berindustrialisasi. Sinergi ini terbukti efektif mendorong realisasi investasi nasional yang pada semester pertama berhasil mencapai separuh dari target Rp2.041 triliun serta membuka hingga 1,5 juta lapangan kerja baru.
Baca Juga
Anindya Bakrie Ungkap Prabowo Berkenan Gelar Rapat Rutin dengan Kadin Tiap 3 Bulan
Dalam kesempatan yang sama, Anindya turut memperkenalkan inisiatif We Buy From Indonesia, sebuah platform teknologi dan katalog perdagangan dalam tiga bahasa yaitu Indonesia, Inggris, dan Mandarin.
Platform ini memetakan rantai pasok produk buatan Indonesia bernilai ekspor US$ 300 miliar per tahun yang telah digunakan oleh berbagai korporasi global seperti Tesla, Airbus, Kia, hingga IKEA.
Selain fokus pada ekspansi global, Kadin juga terus memperkuat konsolidasi ekonomi domestik melalui realisasi empat program quick win. Keempat program strategis tersebut meliputi pengoperasian 866 dapur Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Gotong Royong termasuk 128 titik di wilayah 3T, peluncuran white paper Health is the New Wealth oleh Satgas Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG), sertifikasi 208.000 Pekerja Migran Indonesia (PMI), serta renovasi rumah tidak layak huni guna mendukung target pembangunan 3 juta rumah yang berpotensi menyerap 19 juta tenaga kerja.
Pertemuan yang dihadiri oleh pengurus Kadin Provinsi dari Aceh, Kaltara, NTT, hingga Papua Barat Daya serta berbagai asosiasi dan himpunan ini menegaskan kembali peran Kadin berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987 sebagai mitra strategis pemerintah dan wadah dunia usaha. Anindya menguraikan filosofi logo Kadin yang menampilkan gambar perahu sebagai lambang pengusaha tangguh yang mampu mengarungi segala jenis lautan, serta dua ekor kuda yang mencerminkan semangat kerja keras dan gotong royong.
Dengan semboyan "Tabah, Jujur, Setia" untuk Merah Putih, Kadin berkomitmen mengawal 92 persen PDB Indonesia yang bersumber dari konsumsi masyarakat, investasi swasta, dan ekspor. Kadin juga menyatakan kesiapannya untuk bersinergi dengan lembaga Danantara demi membawa perekonomian nasional lepas dari middle income trap menuju target pertumbuhan ekonomi 8%.
