Bos VinFast Pede Pasar Mobil Listrik di Semester II Makin Ngebut
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - VinFast Indonesia optimistis pasar mobil listrik Tanah Air akan mencatat pertumbuhan lebih tinggi pada semester II-2026. Keyakinan itu ditopang oleh peluncuran model baru, meningkatnya adopsi kendaraan listrik, serta penguatan ekosistem yang dibangun perusahaan.
CEO VinFast Southeast Asia, Antonio Zara mengatakan, penjualan VinFast pada semester I-2026 berhasil tumbuh lebih cepat dibandingkan pasar otomotif nasional. Padahal, pada periode tersebut penjualan merek otomotif asal Vietnam itu masih didominasi satu model, yakni VF 3.
“Berdasarkan laporan Gaikindo, industri tumbuh sekitar 14%. Kami melihat pertumbuhan kami lebih tinggi dari pasar dan kami memperkirakan akan tumbuh lebih lanjut pada semester kedua,” ujar Toti di sela Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, Kamis (30/7/2026).
Menurut Toti, sapaannya, prospek itu didukung bertambahnya portofolio produk VinFast. Selain VF 3, perusahaan kini mulai memasarkan VF 7 yang bermain di segmen SUV, salah satu segmen dengan permintaan terbesar di pasar Indonesia.
“Pada semester pertama model dengan volume terbesar kami hanya VF3. Sekarang kami memiliki VF7 yang bermain di segmen besar di Indonesia sehingga kami yakin pertumbuhan kami akan lebih baik pada semester kedua,” sambungnya.
Meski optimistis, VinFast belum menetapkan target penjualan yang akan dipublikasikan hingga akhir tahun. Perseroan hanya menargetkan penjualan setinggi mungkin seiring meningkatnya permintaan kendaraan listrik.
Baca Juga
VinFast Boyong VF MPV7 Hingga Garansi Baterai Seumur Hidup di GIIAS 2026
Toti menilai persaingan di segmen kendaraan listrik justru menjadi katalis positif bagi pertumbuhan industri. Menurutnya, tingkat penetrasi mobil listrik di Indonesia masih relatif rendah sehingga ruang ekspansi masih terbuka lebar.
Ia menyebut penetrasi kendaraan listrik meningkat dari sekitar 12% tahun lalu menjadi sekitar 16% pada tahun ini. Artinya, sekitar 84% pasar otomotif nasional masih didominasi kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE), sehingga peluang pertumbuhan mobil listrik masih besar.
Untuk memperkuat daya saing, VinFast mengandalkan strategi total cost of ownership (TCO) yang lebih rendah dibandingkan mobil konvensional. Perseroan menawarkan berbagai insentif seperti pengisian daya gratis hingga Maret 2029, gratis langganan baterai selama dua tahun, serta program buyback hingga 66% setelah empat tahun.
“Kami bukan hanya perusahaan mobil, tetapi bagian dari sebuah ekosistem. Dengan ekosistem tersebut, total biaya kepemilikan kendaraan menjadi lebih rendah dan itu menjadi pembeda kami di pasar,” tutup Toti.
Sekadar informasi, VinFast kini telah mengoperasikan lebih dari 40 diler. Perusahaan juga berencana menambah lebih dari 150 diler baru untuk memperluas jaringan penjualan dan layanan purnajual, sekaligus menopang investasi fasilitas perakitan lokal, stasiun pengisian daya V-GREEN, dan ekosistem mobilitas listrik di Tanah Air.
