Industri Sawit Jadi Penopang Ekonomi, Ekspor Tembus US$20 Miliar per Tahun
Poin Penting
|
PANGKALAN BUN, investortrust.id – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menegaskan industri kelapa sawit masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian Indonesia. Selain menjadi penyumbang devisa terbesar, sektor ini juga memberikan kontribusi signifikan terhadap produk domestik bruto (PDB), menciptakan jutaan lapangan kerja, serta mendorong hilirisasi industri.
Direktur Keuangan, Manajemen Risiko & Umum, BPDP Zaid Burhan Ibrahim mengatakan nilai ekspor sawit Indonesia setiap tahun mencapai lebih dari US$20 miliar, menjadikannya sebagai salah satu penyumbang devisa terbesar bagi negara. Menurutnya, struktur ekspor sawit Indonesia juga terus mengalami perbaikan seiring berkembangnya program hilirisasi.
"Lebih dari 80% ekspor sawit Indonesia saat ini sudah berbentuk produk hilir, bukan lagi minyak mentah. Hal ini menunjukkan hilirisasi mulai memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi industri nasional," ujarnya dalam sambutan kunjungan kerja media di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Rabu (29/7/2026).
Zaid menjelaskan, sektor perkebunan juga memberikan kontribusi sekitar 4,56% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2025 dan menjadi bagian penting dari sektor pertanian sebagai salah satu penopang perekonomian nasional.
Berdasarkan paparannya, Zaid menyebutkan, kontribusi industri sawit sesungguhnya jauh melampaui angka-angka tersebut. Saat ini sekitar 41% perkebunan sawit nasional dikelola oleh pekebun rakyat dengan produksi mencapai lebih dari 16 juta ton minyak sawit setiap tahun.
Baca Juga
Pungutan Ekspor Sawit Capai Rp22,7 Triliun, BPDP Perkuat Hilirisasi dan Program B50
"Fakta ini menunjukkan bahwa pekebun bukan hanya sekadar pelengkap industri sawit, tetapi merupakan aktor utama dalam rantai pasok sawit nasional," terang Zaid.
BPDP juga mencatat industri sawit menciptakan sekitar 16,5 juta lapangan kerja, baik secara langsung di sektor perkebunan maupun secara tidak langsung melalui sektor transportasi, logistik, perdagangan, industri pengolahan, hingga UMKM.
"Di berbagai daerah sentra sawit, kehadiran industri ini menjadi pendorong pembangunan infrastruktur, tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru, berkembangnya UMKM, hingga meningkatnya produk domestik regional bruto dan pendapatan regional bruto Indonesia," imbuhnya.
