LPDB Koperasi Bakal Bantu Pembiayaan Calon Pekerja Migran dan Program SMK Go Global
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani terus mendorong hadirnya beragam opsi skema pembiayaan yang terjangkau bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI). Langkah ini dilakukan untuk memperluas akses pembiayaan selain Kredit Usaha Rakyat (KUR) PMI yang selama ini menjadi opsi utama.
Salah satu upaya konkret yang ditempuh adalah menjalin sinergi dengan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi, satuan kerja di bawah Kementerian Koperasi.
Christina mengungkapkan bahwa kendala finansial kerap menjadi ganjalan utama bagi calon pekerja migran, meski mereka sudah memiliki kualifikasi yang memadai untuk bekerja di luar negeri.
"Pembiayaan masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi sebagian calon pekerja migran, terutama mereka yang telah memenuhi persyaratan kompetensi dan memiliki kesempatan bekerja di luar negeri, tetapi terkendala biaya keberangkatan," ujar Christina usai bertemu perwakilan LPDB Koperasi di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta, Rabu (29/7/2026) dikutip dari siaran pers.
Politikus Partai Golkar ini menyambut baik inisiatif LPDB yang membuka peluang kolaborasi melalui koperasi-koperasi binaan atau terakreditasi. Salah satunya adalah Koperasi Kita Miraino Hikari yang selama ini telah memfasilitasi pembiayaan penempatan pekerja migran Indonesia ke Jepang.
Baca Juga
LPDB Koperasi Perkuat Penyaluran Dana Bergulir, KDKMP Masuk Tahap Operasional
"Kami berharap skema pembiayaan ini dapat menjadi alternatif yang aman, terjangkau, dan membantu calon pekerja migran Indonesia mewujudkan peluang bekerja di luar negeri melalui jalur prosedural," tegasnya.
Selain memfasilitasi CPMI umum, Christina mendorong LPDB untuk turut mendukung percepatan pelaksanaan program SMK Go Global. Program ini merupakan direktif langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan menyiapkan lulusan pendidikan vokasi agar mampu bersaing di pasar kerja internasional.
Menurut Christina, kesiapan kompetensi lulusan vokasi harus diimbangi dengan kepastian akses pembiayaan agar peluang keberangkatan mereka tidak terhambat masalah modal awal.
Keberadaan koperasi yang disokong pembiayaan LPDB dinilai dapat menjadi mitra strategis Kementerian P2MI. Sinergi ini tidak hanya memperluas akses pembiayaan, tetapi juga memperkuat ekosistem penempatan PMI agar lebih inklusif dan aman.
"Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat ekosistem pelindungan dan penempatan, tapi juga jadi bagian penting mendukung target pemerintah mencetak lebih banyak pekerja migran Indonesia yang kompeten dan siap bersaing di tingkat global," pungkas Christina.
