Telkomsel (TSEL) Gandeng China Telecom Tawarkan Solusi 5G dan AI untuk Sektor Interprise
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Telekomunikasi Seluler atau Telkomsel (TSEL) menggandeng China Telecom Global Limited (CTG) untuk menjajaki pengembangan solusi digital terintegrasi berbasis 5G, kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), dan layanan ICT bagi sektor enterprise di Indonesia.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dalam ajang Mobile World Congress (MWC) Shanghai pada 25 Juni 2026. Kolaborasi ini difokuskan untuk mendukung transformasi digital di berbagai sektor industri.
Vice President Enterprise Product Management and Development Telkomsel, Kwok Wai Kiat mengatakan, kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat transformasi digital sektor industri nasional.
“MoU dengan CTG menjadi langkah penting bagi Telkomsel dalam mendorong pengembangan solusi berbasis 5G, AI, IoT, dan ICT yang disesuaikan dengan kebutuhan berbagai sektor industri di Indonesia,” ujar Wai Kiat dalam keterangannya, Selasa (28/7/2026).
Ia menambahkan Telkomsel berkomitmen membantu pelanggan enterprise mengadopsi teknologi yang mampu menjawab kebutuhan strategis maupun operasional. Menurutnya, inovasi tersebut diharapkan membuka peluang pertumbuhan bisnis baru di Indonesia.
Baca Juga
Baru Dapat 100 MHz Frekuensi Baru, Telkomsel (TSEL) Pede Genjot Ekonomi Digital
Perusahaan pelat merah itu menilai kebutuhan industri di Indonesia terus bergeser menuju konektivitas berperforma tinggi. Jaringan 5G dinilai mampu mendukung pemantauan real-time, otomasi, serta integrasi AI, IoT, dan edge computing.
Dalam kerja sama ini, CTG akan membawa kapabilitas teknologi AI, IoT, dan layanan ICT. Sementara Telkomsel menyediakan jaringan, kanal distribusi, serta pemahaman terhadap kebutuhan pelanggan di Indonesia.
Kedua perusahaan juga akan mengeksplorasi pengembangan solusi berbasis kartu SIM untuk AI dan IoT. Selain itu, keduanya menjajaki pemanfaatan konektivitas 5G dan LTE untuk berbagai sektor industri.
Sekadar informasi, Telkomsel sebelumnya sudah mengembangkan sejumlah implementasi 5G di sektor industri. Di antaranya melalui proyek 5G underground smart mining bersama Freeport Indonesia, private 5G di kawasan industri Halmahera, smart manufacturing bersama Toyota Indonesia, hingga smart factory dengan Pegaunihan Technology Indonesia.
Vice President Carrier Business China Telecom Global, Lu Faming mengatakan, kolaborasi ini diharapkan menghadirkan solusi yang lebih relevan bagi kebutuhan industri Indonesia. Menurutnya, kombinasi teknologi CTG dan jaringan Telkomsel dapat meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta keselamatan operasional di berbagai sektor.
