Siapkan Kunjungan ke Jenewa, Kadin dan Dubes RI Bahas Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Swiss
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menerima kunjungan audiensi dari Duta Besar Indonesia untuk Swiss I Ngurah Swajaya. Pertemuan tersebut digelar guna membahas peningkatan hubungan serta kerja sama ekonomi strategis antara Indonesia dan Swiss.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Duta Besar RI untuk Swiss yang datang langsung untuk merencanakan langkah-langkah nyata kerja sama. Audiensi ini diselenggarakan sekaligus sebagai bentuk persiapan menjelang kunjungan kerja Kadin Indonesia ke Jenewa, Swiss, yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Agustus mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, Anindya menyoroti keunggulan Swiss yang tidak hanya dikenal sebagai salah satu kekuatan besar di dunia finansial global, tetapi juga diakui secara internasional dalam bidang teknologi dan branding. Keunggulan-keunggulan ini dinilai sangat potensial untuk dijadikan acuan serta momentum bagi Indonesia dalam memperkuat kemitraan ekonomi kedua negara.
"Tadi kita diskusi untuk mempersiapkan kunjungan nanti di bulan depan, di bulan Agustus, ke Jenewa. Nah, salah satu yang saya belajar tadi dari Pak Dubes dan Pak Francis (Ketua Komite Bilateral Swiss dan Liechtenstein Kadin Indonesia Francis Wanandi) ialah Swiss itu bukan saja suatu negara besar di bidang finansial, tapi dari sisi teknologi dan branding itu sangat diakui," ujar Anindya saat ditemui di Gedung The Convergence Indonesia, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Anindya juga mengingatkan bahwa Indonesia dan Swiss sejatinya telah memiliki perjanjian perdagangan bebas (Free Trade Agreement/FTA) tersendiri yang telah berjalan sekitar empat tahun. Kehadiran FTA tersebut menjadi landasan hukum dan ekonomi yang kuat untuk terus mengoptimalkan nilai perdagangan dan investasi bilateral.
Hingga saat ini, hubungan perdagangan bilateral menunjukkan tren positif dengan catatan surplus di pihak Indonesia yang mencapai sekitar 2,5 miliar dolar AS per tahun. Catatan ini menunjukkan betapa besarnya potensi komoditas serta produk Indonesia di pasar Swiss dan kawasan sekitarnya.
Dalam diskusi persiapan kunjungan ke Jenewa, Anindya mengungkapkan bahwa fokus pertama berkaitan dengan upaya memodernisasi sektor perdagangan Indonesia, salah satunya melalui gagasan pembentukan Trading Academy guna menimba ilmu dari kapabilitas Swiss di sektor perdagangan global.
Fokus kedua yang dibahas mencakup bidang logistik, di mana kerja sama ini diharapkan mampu mendorong masuknya investasi baru di Indonesia. Investasi tersebut ditargetkan dapat memperkuat infrastruktur serta industri perkapalan dan pengelolaan pelabuhan di Tanah Air.
Baca Juga
Kadin Indonesia Dorong Penguatan Ekonomi Umat sebagai Pilar Daya Saing Bangsa di Kancah Global
Lebih lanjut, Anindya turut mengenang pertemuannya dengan Dubes RI untuk Swiss pada awal tahun lalu seusai menghadiri World Economic Forum (WEF). Kala itu, mereka mengunjungi asosiasi perusahaan industri kelas menengah di Swiss.
"Tentu yang menengah di Swiss itu besar banget buat kita. Jadi saya dari Kadin mengucapkan terima kasih dan merasa banyak sekali yang bisa digapai antara kedua negara," ungkap Anindya.
Sementara itu, Duta Besar Indonesia untuk Swiss I Ngurah Swajaya menyambut baik dan mengapresiasi respons cepat Kadin Indonesia dalam menggerakkan kerja sama ekonomi bilateral. Menurutnya, perdagangan antar kedua negara terus menunjukkan grafik peningkatkan, menjadikan Indonesia sebagai salah satu destinasi investasi utama bagi Swiss.
Ngurah Swajaya secara khusus menekankan pentingnya menarik investasi dari perusahaan skala kecil dan menengah (SME) asal Swiss yang berbasis teknologi tinggi, inovatif, serta berfokus pada efisiensi rendah karbon. Investasi berorientasi masa depan ini dinilai sangat sejalan dengan arah pembangunan ekonomi hijau di Indonesia.
"Jadi dari segi perdagangan memang perdagangan kita selalu meningkat. Dari segi investasi, Indonesia salah satu destinasi juga. Saya laporkan ke Pak Ketum bahwa yang perlu juga kita perhatikan adalah investasi oleh perusahaan kecil dan menengah di Swiss. Tetapi berbasis teknologi," jelas Ngurah Swajaya.
Mengenai Jenewa sebagai salah satu global commodity trading hub terbesar di dunia, Ngurah Swajaya menyebut rencana pertemuan Kadin di sana akan sangat strategis. Diskusi tidak hanya berfokus pada peningkatan volume ekspor komoditas, tetapi juga mencakup aspek pendidikan guna memperkuat kapasitas SDM Indonesia di bidang perdagangan komoditas global.
"Nah, beliau berkenan nanti ada di Jenewa akan bertemu dengan mereka dan bicara mengenai tidak hanya bagaimana meningkatkan ekspor komoditi kita, tetapi juga bagaimana meningkatkan melalui pendidikan untuk lebih mumpuni kita dalam konteks global trading apa hub untuk berbagai jenis komoditi," ucap Ngurah Swajaya.
Momentum kerja sama ini terasa semakin spesial karena bertepatan dengan perayaan 75 tahun hubungan diplomatik bilateral antara Indonesia dan Swiss. Sebagai bagian dari peringatan ini, sebelumnya telah dilakukan penandatanganan kerja sama di bidang pengolahan mineral dan hilirisasi antara Menteri Federal Ekonomi Swiss dan Menteri Investasi RI untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pertambangan Indonesia.
"Nah, ini kaitannya dengan hilirisasi, meningkatkan added value dari komoditas pertambangan kita," kata Ngurah Swajaya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Komite Bilateral Swiss dan Liechtenstein Kadin Indonesia Francis Wanandi menyampaikan terima kasih atas perhatian besar Ketum Kadin terhadap Swiss. Ia berharap eratnya kerja sama ini dapat memberikan added value signifikan dan mendorong peran aktif sektor swasta dalam membesarkan industri-industri nasional.
