AHY: TOD Bisa Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Poin Penting
|
BEKASI, investortrust.id - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut pengembangan kawasan berbasis transit oriented development (TOD) dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi sekaligus mendorong terwujudnya kota yang produktif, sehat, dan berkelanjutan.
Demikian disampaikan saat menghadiri groundbreaking Stasiun Bekasi Ekstensi di Kawasan Summarecon, Bekasi, Jumat (24/7/2026). Menurutnya, konsep TOD mengintegrasikan berbagai kebutuhan masyarakat dalam satu kawasan yang terhubung dengan transportasi massal.
Baca Juga
"Di sinilah konsep TOD menjadi sangat penting. Pada dasarnya, TOD merupakan upaya mengintegrasikan berbagai kebutuhan masyarakat ke dalam satu kawasan yang saling terhubung dan saling mendukung. Masyarakat dapat tinggal, bekerja, berbelanja, mengakses pendidikan, layanan kesehatan, hingga berbagai fasilitas publik dalam kawasan yang terintegrasi," kata AHY dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (25/7/2026).
AHY menambahkan, pengembangan TOD menjadi semakin penting seiring proyeksi urbanisasi yang menunjukkan sebagian besar penduduk Indonesia akan tinggal di kawasan perkotaan dalam beberapa dekade mendatang. Ihwal itu, lanjutnya, pembangunan kota perlu dilakukan secara lebih terencana agar mampu mengakomodasi pertumbuhan penduduk sekaligus menjaga daya dukung lingkungan.
Ia menjelaskan, konsep TOD tidak hanya mengintegrasikan sistem transportasi dengan tata guna lahan, tetapi juga aktivitas ekonomi, ruang publik, dan berbagai layanan dasar.
Dikatakan AHY, pendekatan tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi, menekan kemacetan dan emisi karbon, serta meningkatkan efisiensi mobilitas masyarakat.
AHY menegaskan, keberhasilan pembangunan TOD tidak hanya diukur dari berdirinya infrastruktur, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat.
"Tadi saya juga menitipkan pesan bahwa yang paling penting bukan hanya membangun fisiknya, melainkan memastikan dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat. Dampaknya apa? Seharusnya masyarakat dapat hidup lebih nyaman, lebih produktif, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik," kata Ketua Umum Partai Demokrat itu.
Menurut AHY, kawasan TOD juga perlu dibangun melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, swasta, akademisi, komunitas, dan masyarakat. Sinergi tersebut diperlukan untuk mengatasi berbagai tantangan implementasi, mulai sinkronisasi tata ruang, pengadaan lahan, pembiayaan infrastruktur, hingga mendorong masyarakat beralih menggunakan transportasi publik.
Baca Juga
Stimulus Transportasi Semester II-2026 Lampaui Target, Penumpang Kereta Tembus 110%
"Tadi kami semua menyepakati bahwa pembangunan dan pengembangan kawasan TOD ini memang harus melalui sebuah sinergi dan kolaborasi yang baik antarsemua stakeholders. Tujuannya sama, kita ingin menghadirkan kota yang semakin terintegrasi satu sama lain melalui moda-moda transportasi dan pusat-pusat yang menghubungkan satu sama lain," tuturnya.
AHY berharap pengembangan TOD di Bekasi dapat menjadi contoh yang diterapkan di berbagai kota di Indonesia. Dikatakan, dengan perencanaan tata ruang yang baik, konektivitas antarmoda yang terintegrasi, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, kawasan TOD dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi sekaligus menghadirkan kota yang lebih produktif, sehat, inklusif, dan berkelanjutan.
