Nilai Ekspor Melonjak 3 Kali Lipat, Kakao Indonesia Perkuat Posisi di Pasar Global
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebutkan dalam lima tahun terakhir, kinerja ekspor kakao Indonesia menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Nilai ekspor Indonesia pada 2025 sebesar US$ 3,60 miliar, naik tiga kali lipat bila dibandingkan dengan 2021 yang sebesar US$ 1,2 miliar.
Indonesia juga telah diakui Organisasi Kakao Internasional (ICCO) sebagai penghasil kakao premium, yaitu kakao mulia (fine flavour cocoa). Komoditas ini semakin menunjukkan potensi Indonesia dalam mengisi segmen pasar kakao premium dunia. Upaya ini, menurut Mendag, harus didukung dengan inovasi, faktor indikasi geografis, hingga produksi yang berkelanjutan (sustainable).
“Oleh karena itu, strategi ekspor Indonesia harus terus fokus pada peningkatan nilai tambah, pemenuhan standar internasional, diversifikasi pasar ekspor, dan maksimalisasi pemanfaatan perjanjian perdagangan internasional yang dimiliki Indonesia,” kata Mendag dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/7/2026).
Dalam hal pemanfaatan perjanjian perdagangan internasional, saat ini Indonesia telah mengimplementasikan 25 perjanjian dagang dengan negara-negara mitranya dan 2 dalam proses ratifikasi. Sementara itu, 11 perjanjian dagang sedang dalam tahap perundingan, termasuk perundingan dengan Uni Eropa (Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement) yang sedang menunggu penandatanganan.
Lebih lanjut, Mendag Budi menjelaskan, masa depan industri kakao Indonesia dan ekosistem pendukungnya akan sangat bergantung pada kolaborasi para pemangku kepentingan. Kolaborasi ini melibatkan pemerintah, petani kakao, pelaku usaha, institusi finansial, akademisi, dan mitra internasional.
Pasalnya, menurut Mendag Budi, peranan strategis sektor kakao Indonesia bagi ekonomi global juga akan semakin terdorong melalui kolaborasi para pemangku kepentingan tersebut. Memanfaatkan peluang di tengah tantangan yang ada, Indonesia berkomitmen untuk memberikan nilai tambah pada biji kakao yang diproduksi.
“Kakao terus mendukung kelangsungan hidup ratusan ribu keluarga petani, menciptakan lapangan kerja melalui rantai nilai, dan memperkuat ekonomi perdesaan. Sebagai produk ekspor strategis Indonesia dengan potensi nilai tambah signifikan, masa depan kakao bergantung pada kolaborasi para pemangku kepentingan. Visi Indonesia jelas, yaitu menjadi hub global bagi produk kakao dan coklat premium yang berkelanjutan dan bernilai tambah,” paparnya.
