BI: Dukungan ke UMKM Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyebut dukungan penuh untuk UMKM dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berdaya tahan.
“Karena dari 100 orang pekerja, 97 orang itu bekerja di sektor UMKM dan UMKM kita sekarang berbagai macam,” kata Destry, saat Economic Briefing yang digelar di Jakarta, Jumat (24/7/2026).
Destry mengatakan UMKM tidak hanya berbentuk tradisional seperti menggunakan gerobak dan kaki lima. Ada pula, UMKM yang mampu berkembang dengan kapasitas produksi besar dan pasar yang sudah tertata.
Akan tetapi, Destry melihat UMKM dengan kapasitas produksi besar dan pasar yang tertata ini tidak banyak. Untuk itu, dia menyarankan adanya upaya pengembangan UMKM dengan pendataan yang baik.
“Suatu negara akan memiliki daya tahan yang kuat kalau sumber pertumbuhan mayoritas itu menjadi perhatian dan kita melihat UMKM menjadi nadi, aliran darah, bagi perekonomian Indonesia,” ujar dia.
Destry mengatakan saat ini UMKM Tanah Air setidaknya dihadapkan ke empat tantangan. Pertama, akses pembiayaan. Dia berharap seluruh stakeholder dapat mendukung aksesibilitas UMKM ke pembiayaan ini.
“Jadi, kita ini kalau sekarang bicara kredit, bukan hanya melihat berapa jumlah kredit, berapa kredit tumbuhnya. Tapi, UMKM ini tumbuhnya sangat kecil. Jadi, kredit ke sektor UMKM hanya tumbuh sekitar 1%” kata dia.
Tantangan kedua yaitu, UMKM masih memiliki kemampuan manajerial dan literasi keuangan yang rendah. UMKM perlu memiliki kemampuan menghitung laba-rugi agar dapat mendapatkan akses keuangan formal.
“Nah ini menjadi PR kita bagaimana capacity building untuk para UMKM,” ujar dia.
Tantangan ketiga yaitu adaptasi terhadap digital. Secara keseluruhan, akses UMKM ke perkembangan digital relatif rendah.
Destry berharap UMKM terus mendapat edukasi untuk menghindari serangan siber yang kerap terjadi.
Tantangan keempat yaitu pasar yang sangat terbatas. Menurut Destry, jangankan pasar ekspor, UMKM juga belum dapat memenuhi kebutuhan domestik. Dia menduga UMKM yang mampu memenuhi pasar ekspor hanya sebesar 15%.
“Dan itu pun untuk jenis-jenis tertentu, yang paling banyak adalah kopi,” kata dia.
Meski menjadi komoditas utama ekspor UMKM, Destry berharap para barista memiliki sertifikasi. Dengan sertifikasi tersebut, barista dapat go international dan meningkatkan kualitasnya.
