Kadin Indonesia dan Kedutaan Besar Sri Lanka Perkuat Kerja Sama Perdagangan hingga Investasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menerima kunjungan audiensi dari Kedutaan Besar Sri Lanka untuk Indonesia. Pertemuan ini dilakukan dalam rangka mempererat hubungan ekonomi, perdagangan, serta investasi business to business (B2B) antara kedua negara yang memiliki sejarah kerja sama cukup panjang.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengungkapkan bahwa hubungan antara Indonesia dan Sri Lanka didasari oleh sejarah dan persahabatan yang kuat sejak era Konferensi Asia-Afrika dan Gerakan Non-Blok. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak berfokus pada upaya peningkatan volume perdagangan serta peningkatan investasi bilateral.
"Dan secara sejarah kan banyak interaksi antara manusia ke manusia dengan saudara-saudara kita di sana. Nah, ini Madame Ambassador, Ibu Ambassador, Ibu Dubes datang ke sini untuk memastikan bahwa business to business-nya juga jalan. Karena bukan hanya government sama government-nya bagus, tapi business to business nya juga jalan. Trade kita tuh sekitar 500-600 juta dolar setiap tahun. Kita berpikir gimana meningkatkan, dan dari sisi beliau ingin supaya juga lebih berimbang," ujar Anindya saat ditemui di Gedung The Convergence Indonesia, Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Anindya menjelaskan, selain perdagangan, investasi bersama menjadi aspek penting yang didorong. Sri Lanka menawarkan sejumlah proyek potensial bagi para pengusaha Indonesia, yang diharapkan dapat difasilitasi melalui berbagai skema kerja sama.
Baca Juga
Kadin dan Kemenperin Perkuat Implementasi P2KDBK di Industri Kimia
"Nah, dan ditambah lagi yang kedua, selain perdagangan, bagaimana bisa investasi bersama. Sudah mulai ada investasi dari Sri Lanka di Indonesia, tapi beliau juga menyampaikan ada beberapa proyek di Sri Lanka yang mungkin bisa menarik buat pengusaha pengusaha Indonesia yang bisa menjadi salah satu pelopor untuk kerjasama yang lebih lanjut lagi. Dan tipenya macam-macam, ada antara Kadin sini dan Kadin sana, maupun juga dengan misalnya High Level Business Council, atau berdasarkan murni business to business. Ya Kadin tentu dengan senang hati untuk mempelopori dan juga memfasilitasi," jelas Anindya.
Sementara itu, Duta Besar Republik Sosialis Demokratik Sri Lanka untuk Indonesia dan ASEAN H.E. Shashikala Premawardhana menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan Kadin Indonesia. Pihaknya berencana memajukan agenda bisnis melalui peningatan koordinasi, revitalisasi nota kesepahaman (MoU), serta partisipasi dalam ajang eksibisi perdagangan internasional di kedua negara.
"Jadi tujuan kami hari ini adalah untuk mendiskusikan cara terbaik agar kita dapat memajukan agenda bisnis. Dan kami telah sepakat bahwa kami akan merevitalisasi kerja sama yang akan kita lakukan bersama, termasuk pembentukan dewan bisnis antara Sri Lanka dan Indonesia dan juga menghidupkan kembali MOU yang telah tertunda selama beberapa waktu dengan Kamar Dagang Ceylon (Sri Lanka)," ungkap Shashikala.
Guna memperluas jangkauan bisnis, Kedutaan Sri Lanka mengajak Kadin Indonesia untuk terlibat dalam kegiatan pameran mendatang sekaligus menyoroti besarnya kontribusi investasi pengusaha Sri Lanka di Indonesia.
"Dan juga berencana mengadakan acara bersama. Kami akan berpartisipasi dalam Indonesia Expo dan kami telah mengundang Kadin untuk juga berpartisipasi dalam Sri Lanka Expo yang akan berlangsung pada bulan Januari. Jadi kami menantikan hubungan ekonomi dan perdagangan yang lebih erat antara kedua negara. Itulah tujuan dari kunjungan ini," tutur Shashikala.
Lebih lanjut, Shashikala menekankan bahwa hubungan kedua negara memiliki fondasi historis dan peradaban yang kuat sejak era Gerakan Non-Blok. Fondasi ini menjadi modal penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi bersama di masa depan.
"Saya juga ingin menyampaikan bahwa Sri Lanka telah berinvestasi cukup signifikan di Indonesia. Hampir 1,3 miliar dolar investasi Sri Lanka telah masuk ke Indonesia. Jadi kami ingin menonjolkan profil para investor kami juga," tutur Shashikala.
