Apindo: Motor Listrik Nasional Bisa Jadi Lokomotif Reindustrialisasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Analis Kebijakan Ekonomi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Ajib Hamdani menilai, rencana Presiden Prabowo Subianto meluncurkan motor listrik nasional sebagai angin segar agar sektor manufaktur bisa kembali terdorong dan menjadi lokomotif perekonomian nasional, serta menjadi sektor penyerap tenaga kerja berkualitas.
Ajib menjelaskan, berdasarkan data makro ekonomi menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia masih mengalami deindustrialisasi, dengan kontribusi sektor manufaktur terhadap produk domestik bruto (PDB) hanya 19,2%. Menurutnya, hal ini yang membuat serapan tenaga kerja belum maksimal dan peningkatan nilai tambah produk belum optimal.
Baca Juga
VinFast Indonesia Pastikan Stok Motor Listrik Aman, Pengiriman Unit Mulai Juli 2026
"Upaya mendorong pertumbuhan ekonomi di atas 6% dan komitmen penciptaan 19 juta lapangan kerja selama 5 tahun akan berat ketika sektor manufaktur hanya berkontribusi di bawah 20% dari PDB " ucap Ajib dalam keterangan tertulisnya, Rabu (22/7/2026).
Ia pun kemudian membandingkan dengan Vietnam dengan sektor manufaktur berkembang karena didukung regulasi yang pro pertumbuhan ekonomi domestik dan mendorong low cost of doing business. Dengan insentif tepat sasaran, sektor manufaktur di Vietnam berkontribusi lebih 23% dari PDB.
"Bahkan beberapa sektor lainnya mencapai 30%. Dengan penguatan industri domestik, terjadi job creation yang masif dan pertumbuhan ekonomi kuartal kedua tahun 2026 di Vietnam mencapai 8,39% year on year," ungkapnya.
Menurut Ajib, untuk bisa disebut sebagai motor listrik nasional dan memberikan dampak trickle down effect untuk industri kecil menengah, produk ini minimal harus memenuhi dua unsur. Pertama, mempunyai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 50% termasuk IP (intelektual properti) lokal, misalnya chassis, body pack, wiring, dan lain-lain.
"Kedua rantai pasok komponen lokal. Bagian-bagian komponen harus menumbuhkan industri-industri kecil sehingga ekosistem ekonominya bisa memberikan.dampak luas ke masyarakat. Rantai pasok ini bisa menggandeng koperasi-koperasi atau persatuan industri kecil-menengah otomotif," terangnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, ketika motor listrik nasional bisa terwujud, terdapat tiga hal positif yang berdampak terhadap ekonomi nasional. Pertama, kesesuaian antara rancangan dengan kebutuhan dan penggunaan sepeda motor di masyarakat Indonesia. Kita tidak hanya merancang, tetapi menciptakan alat ekonomi produktif, yang akan membantu ekonomi masyarakat.
Baca Juga
Istana Masih Rahasiakan Produsen Motor Listrik Nasional yang Akan Diluncurkan Prabowo
Kemudian, pengurangan emisi gas buang hingga lebih dari 95%. Hal ini sejalan dengan gagasan presiden untuk mendorong green economy. Ketiga, adalah pengurangan subsidi bahan bakan minyak (BBM). Saat ini, teridentifikasi bahwa pengguna motor di Indonesia lebih dari 145 juta unit.
"Kalau Indonesia benar-benar bisa memproduksi motor listrik nasional, ini akan menjadi momentum reindustrialisasi untuk membangun ekosistem ekonomi domestik yang kuat dan mendorong pertumbuhan ekonomi di atas 6%," ungkap Ajib.
