Di Pertemuan WAICO Shanghai, Menko Airlangga Tegaskan RI Siap Jadi Garda Terdepan AI Dunia
Poin Penting
|
SHANGHAI, Investortrust.id -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan komitmen Indonesia untuk mengambil peran aktif dalam pengembangan dan tata kelola kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) global.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pidatonya pada acara High-Level Meeting of WAICO Founding State yang menjadi bagian dari rangkaian World Artificial Intelligence Conference atau WAIC 2026 di Shanghai, China, pada Sabtu (18/7/2026). Forum strategis ini mempertemukan para menteri dan delegasi dari negara-negara pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) untuk membahas masa depan teknologi digital.
Indonesia sendiri tercatat menjadi salah satu dari 29 negara pendiri WAICO yang berasal dari berbagai belahan dunia. Anggota pendiri tersebut mencakup lima negara ASEAN yaitu Kamboja, Malaysia, Myanmar, Laos, dan Indonesia, serta seluruh anggota Uni Ekonomi Eurasia (EAEU). Selain itu, aliansi ini juga diperkuat oleh sejumlah negara BRICS seperti Brazil, Rusia, China, dan Afrika Selatan, ditambah dengan negara-negara dari kawasan Afrika, Amerika Latin, Timur Tengah, Asia Selatan, hingga Eropa Timur.
Dalam kesempatan itu, Menko Airlangga menyoroti bahwa AI saat ini telah menjadi bagian integral dari transformasi teknologi global yang mampu mengubah struktur perekonomian, mendefinisikan ulang daya saing global, serta memengaruhi pendekatan negara dalam membangun kedaulatan teknologi. Menghadapi lanskap dinamis ini, Indonesia memantapkan posisi agar tidak sekadar menjadi pasar atau konsumen teknologi, melainkan berkomitmen penuh menjadi aktor yang membentuk masa depan ekonomi digital dan ekosistem AI dunia.
"Indonesia tidak ingin hanya sekadar menjadi penonton atau konsumen dalam perlombaan kecerdasan buatan ini. Kami adalah arsitek aktif dari garda terdepan era digital," ujar Menko Airlangga dikutip dari laman Kemenko Perekonomian, Minggu (19/7/2026).
Baca Juga
Gabung WAICO, Menko Airlangga Sebut Xi Jinping dan Prabowo Punya Visi Sama Soal Kecerdasan Buatan
Visi besar Indonesia tersebut didukung oleh fundamental ekonomi nasional yang kuat di tengah ketidakpastian geopolitik, di mana pertumbuhan ekonomi diproyeksikan mampu mencapai 5,4% pada tahun 2026.
Pemerintah secara konsisten terus mengintegrasikan percepatan adopsi teknologi dengan penguatan kemandirian nasional. Langkah strategis ini bahkan telah dimulai sejak awal kepemimpinan Presiden Prabowo melalui penandatanganan kerja sama di bidang semikonduktor dan AI bersama ARM Holdings pada Februari 2026 demi memperkuat posisi Indonesia dalam rantai kunci digitalisasi global.
Lebih lanjut, Menko Airlangga menambahkan bahwa Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk tumbuh menjadi salah satu pusat pengembangan AI dan infrastruktur digital di kawasan regional. Potensi signifikan ini didorong oleh jumlah pengguna internet di Indonesia yang telah mencapai sekitar 235 juta orang pada 2026, atau setara dengan tingkat penetrasi sekitar 81%.
Demi menangkap peluang emas tersebut, pemerintah tengah merumuskan National AI Roadmap yang akan menjadi acuan resmi pengembangan ekosistem AI nasional, yang mencakup investasi infrastruktur digital, pengembangan talenta, riset dan inovasi, hingga tata kelola AI yang bertanggung jawab.
Upaya penguatan ekosistem digital nasional ini juga disokong secara langsung oleh ketersediaan infrastruktur fisik yang memadai. Hingga saat ini, Indonesia tercatat telah mengoperasikan 182 pusat data dengan konsentrasi terbesar berada di Jakarta sebanyak 94 unit dan Batam sebanyak 16 unit. Pertumbuhan pesat dari layanan komputasi awan serta teknologi AI diproyeksikan akan terus mendongkrak permintaan kapasitas pusat data nasional, sehingga membuka peluang investasi yang semakin besar di masa depan.
Menutup pidatonya, Menko Airlangga memastikan kesiapan penuh dari pihak Indonesia dalam mendukung kesuksesan jangka panjang WAICO dengan memaksimalkan seluruh kekuatan pasar, sumber daya strategis, dan inovasi kebijakan yang dimiliki. "Bersama-sama, mari kita terjemahkan komitmen teknologi ini menjadi hasil nyata, yang mendorong kesejahteraan bersama dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi bagi semua negara," pungkas Menko Airlangga.
