Mejeng di Korea, Produk Pangan Olahan RI Catatkan Potensi Transaksi Rp34,58 Miliar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Produk pangan olahan dan komoditas pertanian Indonesia berhasil menarik minat pembeli potensial pada ajang Korea Import Expo (KIE) 2026 di Coex Exhibition Hall, Seoul, Korea Selatan, 23–25 Juni 2026. Keikutsertaan Indonesia pada ajang tersebut membukukan potensi transaksi ekspor sebesar US$ 1,92 juta atau sekitar Rp34,58 miliar.
Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi nyata antara Kedutaan Besar Republik Indonesia Seoul dan Kementerian Perdagangan RI melalui Atase Perdagangan (Atdag) RI Seoul. Wakil Duta Besar RI untuk Korea Selatan, Ali Andika Wardhana, menilai keikutsertaan Indonesia pada KIE 2026 sebagai langkah strategis memperkuat promosi produk bernilai tambah. Keikutsertaan ini juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara pelaku usaha kedua negara.
"Melalui partisipasi ini, Indonesia tidak hanya mempromosikan produk unggulan nasional, tetapi juga membuka peluang kerja sama dagang yang lebih luas dengan para importir Korea Selatan. Kami berharap partisipasi ini dapat semakin meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar Korea,” ujar Ali dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/7/2026).
Selaras dengan hal tersebut, Atdag RI Seoul Roesfitawati menyampaikan, capaian pada KIE 2026 membuktikan semakin besarnya peluang produk pangan olahan Indonesia di pasar Korea Selatan. Hal ini semakin menunjukkan Korea Selatan sebagai salah satu pasar paling potensial bagi produk pangan olahan Indonesia. Rangkaian penjajakan bisnis (business matching) pun diselenggarakan secara intensif baik sebelum maupun sesudah pameran.
Melalui skema ini, Atdag RI Seoul memfasilitasi 35 sesi penjajakan bisnis peserta pameran Indonesia. Komoditas yang paling diminati meliputi kopi specialty, kakao, dan keripik kentang olahan. "Hasil ini juga menjadi dorongan bagi pelaku usaha Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas, inovasi, dan keberlanjutan produk agar mampu bersaing secara global,” imbuh Roesfitawati.
Baca Juga
Saudi Fashion & Tex Expo 2026: Kemendag Buka Pendaftaran Eksportir Fesyen hingga 15 Juli 2026
Pada KIE 2026, Indonesia menampilkan 15 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) unggulan hasil kurasi Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag RI. Produk yang dipamerkan, antara lain, kopi specialty, kakao, keripik kentang, buah dan sayuran kering, tehberbahan buah, tepung mocaf, biskuit bebas gluten, garam laut, dan aneka produk makanan olahan.
General Manager PT Pareto Estu Guna, Mochamad Pujiono, menyatakan keikutsertaan perusahaan pada KIE 2026 berdampak positif terhadap promosi produk keripik kentang dan pembukaan peluang ekspor ke Korea Selatan. Ia juga mengapresiasi dukungan Atdag RI di Seoul yang memfasilitasi penjajakan bisnis dengan calon pembeli.
"Produk kami mendapat antusiasme tinggi dari pengunjung pameran. Selain itu, kami juga mengikuti tujuh sesi penjajakan bisnis dengan potensi transaksi sekitar US$ 260 ribu. Kami berharap pendampingan Atdag RI di Seoul dapat terus berlanjut hingga terealisasinya ekspor ke Korea Selatan," ujar Pujiono.
