BPOM Inspeksi Ribuan Pabrik dan Hapus 190.562 Tautan Produk Ilegal Sepanjang 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan pengawasan dan penindakan terhadap obat serta makanan sepanjang 2025. Hasilnya, terdapat sebanyak 3.865 sarana produksi yang diperiksa dan melampui target yang telah ditetapkan, yakni sebanyak 3.738 sarana.
Kepala BPOM Taruna Ikrar mengklaim, capaian tersebut menjadi salah satu indikator efektivitas pengawasan meski lembaga tersebut menjalankan kebijakan efisiensi anggaran pemerintah. Hal itu disampaikannya saat rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR.
"Capaian pengawasan sarana produksi dan distribusi berhasil melampaui target yang telah ditetapkan," kata Taruna, Rabu (15/7/2026).
Selain inspeksi, BPOM terus memperkuat edukasi masyarakat melalui berbagai program keamanan obat dan pangan. Sepanjang 2025, BPOM membina 460 sekolah, mengembangkan 165 Desa Pangan Aman, serta membentuk 73 Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas.
Baca Juga
Perangi Obat Palsu, MIAP-BPOM Apresiasi Kreator Konten dan Poster Edukasi Terbaik
Dari sisi pembinaan pelaku usaha, BPOM juga melampaui target pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sebanyak 879 UMKM berhasil didampingi hingga memperoleh pemenuhan aspek regulasi, lebih tinggi dibanding target 841 UMKM.
Dalam aspek penegakan hukum, BPOM mengalokasikan anggaran untuk penanganan perkara obat dan makanan ilegal, termasuk penindakan terhadap peredaran produk yang tidak memenuhi ketentuan melalui pengawasan di ruang digital maupun distribusi konvensional.
"Demikian juga penegakan hukum berkeadilan serta itu dari kita siapkan yaitu 49,8 miliar dari 190 perkara obat dan makanan dan 192.562 jumlah take down tautan yang menjual produk ilegal," ungkap Taruna.
