Heboh Koperasi Merah Putih Melawai Cuma Untung Rp 78 Ribu, Ini Kata Menkop
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono angkat bicara mengenai Koperasi Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Melawai, Jakarta Selatan, yang disorot DPR karena hanya mampu meraup keuntungan atau laba sebesar Rp 78 ribu. Ferry menegaskan laba minim tersebut terjadi lantaran koperasi di kawasan elite itu didirikan secara mandiri oleh pengurus dan belum menyentuh model bisnis resmi dari pemerintah.
Menurut Ferry, pemerintah selama ini memang masih memprioritaskan pembangunan fisik, gudang, gerai, dan sarana pendukung Koperasi Merah Putih di wilayah pedesaan. Alhasil, formula pembinaan untuk wilayah perkotaan besar seperti Jakarta belum sepenuhnya diimplementasikan.
"Itu memang Koperasi Kelurahan Merah Putih di Melawai yang didirikan secara mandiri oleh pengurus. Dan memang kami belum masuk ke kelurahan, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta," kata Ferry dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Siapkan Model Bisnis untuk Kawasan Perkotaan
Menyikapi temuan kasus di Melawai, Kementerian Koperasi bergerak cepat dengan menyiapkan model bisnis dan studi kelayakan (feasibility study) khusus yang disesuaikan untuk kawasan urban. Langkah ini diambil karena karakteristik dan tantangan usaha di kota besar dinilai sangat kontras dibandingkan dengan pedesaan.
Baca Juga
Menkop: Gaji Pegawai Kopdes Merah Putih Tergantung pada Pendapatan Usahanya
Ferry menjelaskan formula sukses koperasi di desa tidak bisa serta-merta dicangkok ke wilayah perkotaan. Oleh sebab itu, Kemenkop akan segera membangun prototipe koperasi kelurahan di kota-kota besar dengan pendekatan manajemen yang berbeda sama sekali demi mendongkrak profitabilitas.
Pemerintah menargetkan penyusunan model bisnis baru ini segera rampung dalam waktu dekat agar bisa menjadi acuan baku bagi seluruh Koperasi Kelurahan Merah Putih di area perkotaan, sehingga kasus laba minim tidak terulang kembali.
Di luar persoalan koperasi perkotaan, proyek strategis Koperasi Merah Putih di tingkat nasional diklaim terus berjalan sesuai jalur. Merujuk data sistem informasi koperasi desa (Simkopdes), pemerintah telah mengantongi 38.050 usulan lahan, dengan 35.860 lahan di antaranya sudah berhasil terverifikasi dan 2.190 sisanya masih dalam antrean proses verifikasi.
Dari total lahan yang lolos verifikasi tersebut, sebanyak 16.280 koperasi dilaporkan telah merampungkan pembangunan fisik. Sementara itu, 19.108 koperasi saat ini masih dalam tahap konstruksi, dan 472 lainnya belum memulai pembangunan.
Sejauh ini, ekspansi koperasi besutan pemerintah ini baru masif di klaster pedesaan, di mana sebanyak 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah resmi diresmikan dan beroperasi penuh di wilayah Jawa Tengah serta Jawa Timur.
