Digitalisasi Tambang Tingkatkan Efisiensi dan Pengawasan Lingkungan
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Transformasi digital dinilai menjadi keniscayaan bagi industri pertambangan Indonesia. Pada saat yang sama, sektor ini juga dituntut mampu memperkuat praktik pertambangan berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, sekaligus pengawasan lingkungan secara real time. Langkah tersebut penting agar industri tambang tetap kompetitif sekaligus menjaga kepercayaan publik.
Ketua Bidang Kajian Mineral Strategis dan Mineral Kritis Pengurus Pusat Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Muhammad Toha mengatakan transformasi digital dan otomasi tidak mungkin lagi dihindari. Berbagai perusahaan tambang telah mulai menerapkan teknologi modern dalam operasional sehari-hari.
Baca Juga
Pertambangan Didorong Jadi Motor Pembangunan Regional Berkelanjutan
"Kalau di tambang itu sebenarnya kita tidak bisa membatasi dan tidak bisa menghalangi bahwa transformasi digital dan transformasi berbasis automation itu sesuatu yang akan terjadi," kata Muhammad Toha saat dihubungi Investortrust, Selasa (14/7/2026).
Ia menjelaskan penerapan teknologi tersebut telah terlihat pada penggunaan truk tambang tanpa pengemudi di dalam kabin. Kendaraan dioperasikan dari ruang kendali melalui sistem kendali jarak jauh sehingga meningkatkan aspek keselamatan sekaligus efisiensi operasional.
Selain itu, penggunaan drone juga semakin luas untuk mendukung kegiatan survei yang sebelumnya dilakukan secara konvensional. Teknologi sensor pun mulai menggantikan proses pengukuran manual, termasuk dalam menghitung volume material tambang secara lebih cepat dan akurat.
Menurut Toha, pemanfaatan teknologi digital juga dapat menjadi solusi atas berbagai tantangan yang selama ini melekat pada sektor pertambangan, terutama terkait pengelolaan lingkungan.
Pengawasan Lingkungan Bisa Real Time
Toha mengatakan digitalisasi memungkinkan pemantauan kualitas lingkungan dilakukan secara langsung. Parameter, seperti tingkat keasaman air atau pH, kandungan padatan tersuspensi atau total suspended solid (TSS), hingga emisi udara dapat dipantau secara real time dan terhubung langsung dengan regulator.
"Ketika misalnya ada perusahaan tambang yang baku mutunya melebihi, emisi udaranya melebihi, sudah langsung bisa termonitor secara real time," ujarnya.
Menurut dia, sistem tersebut akan mendorong perusahaan lebih disiplin menjalankan kewajiban pengelolaan lingkungan karena seluruh data dapat dipantau secara langsung.
Baca Juga
MIND ID Perkenalkan Pertambangan kepada Anak Melalui Junior Miners Fun Fest
Pemanfaatan teknologi juga dinilai akan mempermudah pengawasan reklamasi lahan pascatambang. Area yang telah dibuka, luas lahan yang telah direklamasi, hingga perkembangan vegetasi dapat dipantau secara digital tanpa harus menunggu laporan manual.
"Area yang sudah dibuka berapa, yang sudah direklamasi berapa, kemudian perkembangannya bagaimana itu bisa secara real time langsung dilihat," katanya.
Toha menambahkan sebagian perusahaan tambang besar telah mengarah pada sistem tersebut. Salah satunya melalui pemasangan perangkat pemantauan kualitas air yang terhubung langsung dengan sistem pelaporan milik pemerintah sehingga data tidak dapat dimanipulasi. "Perusahaan-perusahaan yang memasang sistem itu tidak bisa bohong karena datanya langsung real time terkoneksi ke sistem pemerintah," ujarnya.
