BPDP Dukung MoU Gapki-Rusia untuk Perluas Pasar Sawit
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) memperkuat upaya memperluas pasar produk sawit Indonesia melalui promosi internasional dan kerja sama strategis dengan Rusia serta negara-negara Eurasia. Langkah tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) dan organisasi industri minyak serta lemak Rusia di Moskow sebagai bagian dari diplomasi ekonomi untuk meningkatkan daya saing sawit nasional.
Kerja sama tersebut berlangsung setelah BPDP berpartisipasi sebagai co-exhibitor pada ajang INNOPROM 2026 di Yekaterinburg, Rusia. Penandatanganan MoU dilaksanakan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Moskow antara GAPKI dengan The Fat and Oil Union of Russia serta Association of Enterprises of Fat and Oil Industry of the Eurasian Economic Union (EAEU).
Baca Juga
Implementasi B50 Berisiko Picu Defisit, BPDP Waspadai Tekanan Pembiayaan
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Ketua Umum Gapki Eddy Martono bersama perwakilan organisasi industri minyak dan lemak Rusia. Penandatanganan tersebut disaksikan Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP Pangihutan Siagian serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus H.E. Jose Tavares.
Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP Pangihutan Siagian mengatakan kerja sama tersebut menjadi momentum penting untuk memperluas jaringan kemitraan internasional sekaligus membuka peluang pasar baru bagi produk sawit Indonesia.
"BPDP menyambut baik kerja sama ini sebagai upaya memperkuat posisi industri sawit Indonesia di pasar global. Kolaborasi antara pelaku usaha Indonesia dan mitra di Rusia diharapkan dapat meningkatkan pertukaran informasi, memperkuat promosi, serta membuka peluang kerja sama yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak," ujar Pangihutan dalam keterangan yang diterima, Selasa (14/7/2026).
MoU tersebut diharapkan menjadi landasan bagi pengembangan berbagai bentuk kerja sama, termasuk pertukaran informasi, promosi perdagangan, peningkatan kapasitas, pengembangan standar industri, hingga perluasan akses pasar produk sawit Indonesia di Rusia maupun negara-negara anggota Eurasian Economic Union (EAEU), yaitu blok ekonomi yang beranggotakan Rusia, Belarus, Kazakhstan, Armenia, dan Kirgizstan.
Dalam sambutannya, Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus H.E. Jose Tavares menyampaikan apresiasi atas terwujudnya kerja sama tersebut. Menurutnya, implementasi MoU diharapkan memberikan manfaat nyata bagi seluruh pihak sekaligus memperkuat hubungan perdagangan Indonesia dengan Rusia maupun negara-negara anggota EAEU.
Duta Besar RI juga menegaskan komitmen KBRI Moskow untuk terus mendukung berbagai inisiatif yang mempererat hubungan ekonomi kedua negara.
Kerja sama tersebut sejalan dengan semakin eratnya hubungan ekonomi Indonesia dan Rusia. Hubungan bilateral kedua negara meningkat menjadi Strategic Partnership sejak 2025, sementara Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia–EAEU yang ditandatangani pada akhir 2025 diharapkan mulai berlaku pada 2027.
Momentum tersebut diperkirakan membuka peluang lebih besar bagi peningkatan perdagangan kedua kawasan, termasuk ekspor komoditas kelapa sawit dan berbagai produk turunannya.
Baca Juga
BPDP Pastikan Dana Peremajaan Sawit Aman, Siap Penuhi Kebutuhan Petani
Sebagai lembaga pengelola dana perkebunan, BPDP terus memperkuat daya saing industri sawit Indonesia melalui berbagai program, mulai dari pengembangan sumber daya manusia, riset dan inovasi, pengembangan bioenergi, hingga promosi di pasar internasional.
Sementara, dalam ajang INNOPROM 2026, BPDP juga menjadi narasumber pada forum bisnis internasional yang membahas pembiayaan industri kelapa sawit berkelanjutan dan pengembangan program biodiesel Indonesia. Melalui forum tersebut, BPDP memperkenalkan perkembangan industri sawit nasional, mulai dari hilirisasi, riset dan inovasi, implementasi biodiesel B50, hingga peluang investasi dan kerja sama internasional di sektor kelapa sawit.
