Danantara Tetapkan 8 Mitra PSEL Tahap Dua! Ada Investor Prancis dan China
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT Danantara Investment Management (DIM) bersama anak usahanya, PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), resmi menetapkan mitra terpilih untuk pengembangan dan pengelolaan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Tahap Kedua.
Proyek strategis nasional ini mencakup 8 lokasi pengembangan yang tersebar di 20 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Ketatnya persaingan tecermin dari masuknya sejumlah perusahaan global yang telah puluhan tahun memimpin industri pengelolaan limbah dan Waste-to-Energy (WtE) dunia.
Dari total 85 Daftar Penyedia Terseleksi (DPT), panitia menerima sebanyak 68 aplikasi untuk memperebutkan delapan lokasi proyek tersebut.
Chief Executive Officer DIM, Pandu Sjahrir, mengungkapkan tingginya minat raksasa energi global ini membuktikan tingginya kepercayaan investor terhadap prospek infrastruktur hijau di tanah air.
"Keterlibatan perusahaan-perusahaan Waste-to-Energy terkemuka dunia menunjukkan bahwa Indonesia semakin dipercaya sebagai tujuan investasi. Kami melihat ini sebagai peluang untuk mempercepat transfer teknologi, membangun kapasitas nasional, dan memperkuat ekosistem industri pengelolaan sampah di Indonesia," ujar Pandu dalam keterangan resminya, Senin (13/7/2026).
Dominasi Perusahaan Lokal
Menariknya, di tengah kepungan korporasi internasional, pelaku usaha nasional justru menunjukkan taji. Data hasil seleksi menunjukkan bahwa empat dari delapan mitra terpilih merupakan konsorsium yang dipimpin langsung oleh perusahaan Indonesia.
Sementara itu, sisanya masing-masing dipimpin oleh dua konsorsium asal Prancis dan dua konsorsium asal China. Kendati dipimpin oleh entitas lokal, seluruh konsorsium Indonesia tetap menggandeng mitra teknologi internasional demi memastikan percepatan proyek dan transfer keahlian berjalan optimal.
Berdasarkan keputusan panitia seleksi, wilayah Medan Raya akan dikembangkan oleh SUEZ-IAN Consortium (SUEZ Insan Asia), sementara wilayah Kabupaten Bekasi dimenangkan oleh Consortium Everbright Cemerlang Energy (Everbright Harmoni). Selanjutnya, proyek PSEL untuk wilayah Lampung Raya diserahkan kepada Bumi Biru Indonesia (SUS Indoplas), sedangkan wilayah Serang Raya diamanatkan kepada Masa Depan Energi Indonesia (Chandra Waste Energy BGE).
Baca Juga
Persaingan ketat juga terjadi di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di Semarang Raya, raksasa lingkungan Veolia Environmental Services Asia Pte. Ltd (Veolia) keluar sebagai mitra terpilih.
Sementara itu, proyek PSEL Surabaya Raya akan digarap oleh Consortium Mentari Citra Lestari (Bakrie Power SUS). Dua wilayah terakhir, yakni Bogor Raya 2 dan Yogyakarta Raya, masing-masing akan dikembangkan oleh MPM-CEVIA Consortium (Mega Power CEVIA) serta Cakra Energi Lestari Consortium yang beranggotakan Pertamina NRE Tianjin CITICC.
Proses Seleksi Ketat dan Transparan
Director Investment DIM sekaligus CEO Denera, Fadli Rahman, menegaskan bahwa seluruh tahapan proses tender ini dijalankan secara objektif dengan mengacu pada tata kelola yang baik (good corporate governance) serta standar internasional.
"Penilaian mencakup aspek kredensial pada proyek PSEL, kemampuan finansial, kecepatan implementasi dan komersial, aspek strategis dan pengelolaan risiko, hingga komitmen jangka panjang di Indonesia. Kami juga menunjuk penasihat teknis, hukum, dan komersial independen untuk menjamin independensi proses evaluasi," kata Fadli.
Saat ini, para Mitra Terpilih baru menerima Conditional Letter of Award (CLoA) atau penetapan bersyarat. Status mereka baru akan menjadi mitra tetap setelah memenuhi sejumlah komitmen wajib, mulai dari penyusunan studi kelayakan (Feasibility Study), pembentukan perusahaan patungan (Joint Venture Company), hingga perolehan persetujuan pembiayaan (financial close).
Jika mereka gagal memenuhi syarat, panitia telah menyiapkan Mitra Cadangan sebagai mekanisme alternatif. Sebagai informasi, PSEL Tahap Kedua ini merupakan kelanjutan dari program nasional terintegrasi berdasarkan amanat Perpres Nomor 109 Tahun 2025.
Sebelumnya, proyek Tahap Pertama telah resmi dimulai yang ditandai dengan peletakan batu pertama PSEL Denpasar Bali pada 8 Juli 2026, yang segera disusul oleh peresmian proyek serupa di Kota Bekasi dan Bogor Raya dalam waktu dekat.
