Panen Udang Siklus Ke-8 BUBK Kebumen Diproyeksikan Capai 254,5 Ton
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Soeharto mengapresiasi keberhasilan tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen dalam mengoptimalkan lahan pesisir menjadi kawasan produksi udang produktif, berkelanjutan dan berorientasi ekspor. Pada siklus ke-8, kawasan yang dikembangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut diproyeksikan menghasilkan sekitar 254,5 ton udang.
Apresiasi disampaikan saat Ketua dan Anggota Komisi IV DPR meninjau langsung operasional BUBK Kebumen, Jawa Tengah pada Sabtu (11/7/2026). Rangkaian kunjungan, meliputi peninjauan kawasan tambak, penanaman pohon, panen udang, serta penebaran 10,24 juta ekor benur pada 32 petak sebagai awal operasional siklus ke-9.
Baca Juga
Produksi Tambak Udang Terintegrasi Waingapu Ditarget 52.000 Ton per Tahun
“Hasilnya luar biasa. Lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal kini digunakan untuk menghasilkan udang berkualitas ekspor. Kami berharap model, seperti BUBK Kebumen dapat direplikasi di daerah lain sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan daerah,” ujar Siti Hediati Soeharto yang akrab disapa Titiek Soeharto, Senin (13/7/2026).
Menurut Titiek, BUBK Kebumen tidak hanya berfungsi sebagai kawasan produksi, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran bagi masyarakat dan pelaku usaha yang ingin mengembangkan budi daya udang dengan teknologi serta tata kelola yang baik. "Semakin banyak daerah yang memiliki kawasan seperti ini, semakin besar pula manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat,” sebut dia.
Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Tb Haeru Rahayu, menjelaskan bahwa BUBK Kebumen dikembangkan sebagai model pengelolaan tambak udang berbasis kawasan yang menerapkan cara budi daya ikan yang baik (CBIB). Penerapannya mencakup aspek teknis produksi, pengelolaan lingkungan, keamanan pangan, biosekuriti, hingga pemberdayaan masyarakat sekitar.
Baca Juga
Serap Ribuan Tenaga Kerja, Tambak Udang Rp 7,2 T di Waingapu Bisa Dongkrak Ekonomi 34,7%
BUBK Kebumen berdiri di atas lahan seluas 100 hektare, dengan area terbangun mencapai 65 hektare dan luas kolam efektif 24 hektare. Kawasan tersebut dilengkapi 139 petak produksi, 50 petak tandon, serta 17 petak instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
“BUBK Kebumen membuktikan bahwa peningkatan produksi dapat berjalan beriringan dengan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Sistem intake, tandon, saluran masuk dan keluar air yang terpisah, serta IPAL menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas air dan keberlanjutan produksi,” ujar Tebe.
