ION Bangun Infrastruktur Digital Terbuka bagi UMKM dengan Dukungan Google.org
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Indonesia mempercepat pembangunan infrastruktur publik digital generasi baru melalui Indonesia Open Network (ION), sebuah jaringan perdagangan digital terbuka dan interoperabel yang dirancang untuk memperluas akses pasar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), petani, koperasi, serta pelaku usaha lokal. Pengembangan ION mendapat dukungan Google.org dan melibatkan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Google Cloud, Networks for Humanity, serta sejumlah mitra teknologi dan industri dari Indonesia maupun India.
Dalam keterangan resmi ION yang diterbitkan di Jakarta, Kamis (09/07/2026), inisiatif tersebut disebut sebagai bagian dari pembangunan Digital Public Infrastructure atau DPI nasional untuk menciptakan ekosistem perdagangan digital yang terbuka, terintegrasi, dan didukung kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Peluncuran itu ditandai dengan transaksi perdana yang dilakukan Menteri UMKM Maman Abdurrahman melalui SMESCOmmerce.id, marketplace Kementerian UMKM yang dibangun di atas jaringan Indonesia Open Network.
Dalam kegiatan tersebut, Maman didampingi Presiden Direktur ION Dr. Bayu Prawira Hie, pendiri Infinys Louis Larry, pendiri Raya.id Dewi M. Haryanti, dan CEO SMESCO Doddy A. Matondang.
Perkuat SAPA UMKM
ION dikembangkan melalui kolaborasi dengan Kementerian UMKM untuk memperkuat inisiatif SAPA UMKM melalui PASAR SAPA, yakni lapisan transaksi interoperabel yang menghubungkan pelaku UMKM dengan pembeli, penyedia logistik, lembaga keuangan, sistem pembayaran, serta berbagai layanan pemerintah.
Melalui sistem tersebut, SAPA UMKM tidak hanya berfungsi sebagai platform informasi, tetapi berkembang menjadi ekosistem perdagangan digital berskala nasional.
Berbeda dengan marketplace konvensional, ION tidak membangun platform perdagangan baru yang berdiri sendiri. ION justru memungkinkan berbagai marketplace, aplikasi, dan penyedia layanan yang telah ada untuk saling terhubung melalui infrastruktur digital nasional yang terbuka.
Baca Juga
Indonesia dan India Luncurkan ION, Tonggak Baru Ekonomi Digital Terbuka
Dengan mekanisme tersebut, pelaku usaha dapat mengakses pasar, logistik, pembayaran digital, pembiayaan, asuransi, dan layanan pendukung usaha lainnya tanpa harus bergantung pada satu platform tertentu.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan ION mencerminkan komitmen pemerintah untuk memastikan setiap pelaku usaha memperoleh kesempatan yang setara dalam memanfaatkan transformasi digital Indonesia.
“Visi kami adalah memastikan setiap UMKM Indonesia memiliki kesempatan yang setara untuk berpartisipasi dalam ekonomi digital, tanpa memandang skala usaha maupun lokasi,” ujar Maman.
Menurut dia, SAPA UMKM dan Indonesia Open Network akan membangun ekosistem terbuka yang menghubungkan pelaku usaha dengan pasar, logistik, pembiayaan, layanan publik terintegrasi, hingga layanan berbasis kecerdasan buatan.
“Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana Digital Public Infrastructure dapat menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” katanya.
Daftar Sekali, Jual ke Mana Saja
ION mengusung prinsip “Daftar Sekali, Jual ke Mana Saja.” Melalui prinsip tersebut, pelaku UMKM cukup mendaftarkan diri satu kali untuk kemudian dapat ditemukan melalui berbagai aplikasi pembeli yang tergabung dalam jaringan ION.
Pelaku usaha juga dapat memperoleh akses terhadap layanan logistik, pembayaran digital, pembiayaan, asuransi, dan berbagai layanan usaha lainnya yang telah terhubung dalam satu ekosistem.
Sebagai lapisan interoperabilitas nasional, ION menghubungkan aplikasi pembeli, aplikasi penjual, penyedia logistik, sistem pembayaran, lembaga keuangan, perusahaan asuransi, serta berbagai layanan digital melalui protokol terbuka.
Pemisahan antara infrastruktur dan aplikasi diharapkan dapat mendorong inovasi, meningkatkan persaingan yang sehat, menekan biaya transaksi, serta memberikan lebih banyak pilihan kepada pelaku usaha dan konsumen.
ION dibangun untuk menjawab berbagai persoalan struktural dalam ekonomi digital Indonesia. Hingga kini, jutaan pelaku usaha mikro belum sepenuhnya terhubung dengan perdagangan digital.
Pelaku usaha di wilayah perdesaan masih menghadapi keterbatasan dalam menjangkau pasar yang lebih luas. Rantai pasok pertanian juga masih terfragmentasi, sedangkan UMKM yang dipimpin perempuan dan pekerja sektor informal belum memperoleh akses merata terhadap layanan digital maupun keuangan.
Banyak pelaku usaha kecil juga masih harus menggunakan berbagai platform digital secara terpisah, sehingga meningkatkan biaya operasional dan mengurangi daya saing.
Google.org Dukung Fase Inkubasi
Untuk mempercepat implementasi, Google.org memberikan dukungan terhadap fase inkubasi pembangunan infrastruktur perdagangan digital terbuka nasional Indonesia. Dukungan tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam pengembangan DPI yang inklusif, interoperabel, dan berbasis AI.
Baca Juga
PM Modi ke Jakarta, 7 Juli 2926, India Bantu Indonesia Bangun ION
Dalam kolaborasi itu, Google Cloud mendukung implementasi teknis ION melalui pemanfaatan teknologi open source mutakhir. Sementara itu, Google.org sebagai organisasi filantropi Google memberikan dukungan bagi fase inkubasi untuk mempercepat inklusi perdagangan digital bagi usaha mikro dan masyarakat perdesaan.
Kolaborasi tersebut mempertemukan Pemerintah Indonesia, pemikir global, inovator teknologi, mitra industri, serta kapabilitas teknologi dan filantropi Google dalam pembangunan infrastruktur digital bersama.
Infrastruktur itu ditujukan untuk memperluas peluang ekonomi tanpa mengurangi keterbukaan, interoperabilitas, maupun kedaulatan digital nasional.
Vice President of Engineering Google Cloud Anil Bhansali mengatakan DPI memiliki potensi besar dalam memperluas partisipasi masyarakat dalam perdagangan digital. “Bagi perajin di desa, petani, maupun wirausahawan muda, Digital Public Infrastructure menjadi jalan raya digital yang mampu menekan biaya dan memperluas akses perdagangan,” kata Bhansali.
Menurut dia, pengalaman penerapan DPI di India dan Afrika menunjukkan bahwa infrastruktur terbuka mampu memberdayakan pedagang kecil dan petani secara nyata. “Bersama ION, Beckn Labs, dan World Bank, kami membantu membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi mereka yang paling membutuhkannya,” ujarnya.
Gandeng Mitra Global dan Nasional
ION juga menggandeng Networks for Humanity atau NFH sebagai mitra pengetahuan atau Knowledge Partner.
NFH merupakan lembaga pemikir global, jaringan laboratorium inovasi, sekaligus pengembang infrastruktur digital universal yang berfokus pada pembangunan ekosistem digital terbuka, interoperabel, dan inklusif.
Inisiatif ION turut didukung koalisi Founding Ecosystem Partners yang terdiri atas Indosat Ooredoo Hutchison, Protean e-Gov Technologies, Pidge, Remiges, Bajaj-Maxride, PlaceOrder, Haqdarshak, Integra Microsystems, Moving Tech Innovations, Infinys, dan Blitz.
Para mitra tersebut memiliki keahlian di bidang telekomunikasi, DPI, kecerdasan buatan, logistik, teknologi perusahaan, mobilitas, inklusi keuangan, serta perdagangan digital.
ION menyatakan berbagai organisasi dari Indonesia dan negara lain juga sedang dalam proses bergabung seiring berkembangnya ekosistem tersebut.
Kolaborasi ini mencerminkan model baru kerja sama pemerintah dan swasta yang menempatkan infrastruktur digital sebagai aset bersama nasional.
Implementasi Kerja Sama Indonesia–India
ION merupakan salah satu implementasi konkret dari Nota Kesepahaman Kerja Sama Pengembangan Digital antara Pemerintah Indonesia dan India yang ditandatangani saat kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke India pada Januari 2025.
ION mengadopsi pengalaman dan pembelajaran dari Open Network for Digital Commerce atau ONDC di India. Namun, jaringan tersebut dirancang secara khusus untuk menyesuaikan karakteristik ekonomi, kondisi geografis, dan prioritas pembangunan nasional Indonesia.
Anggota Dewan Penasihat ION sekaligus pendiri ONDC India, T Koshy, mengatakan kekuatan utama jaringan terbuka terletak pada kemampuannya menciptakan infrastruktur bersama. “Infrastruktur bersama memungkinkan inovasi berkembang di seluruh ekosistem, bukan hanya pada platform tertentu,” ujar Koshy.
Menurut dia, dukungan Google.org dan komitmen para Founding Ecosystem Partners menunjukkan meningkatnya kepercayaan bahwa infrastruktur publik digital yang terbuka dan interoperabel dapat menjadi katalis inovasi, daya saing, serta pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
ION juga memperluas konsep DPI yang sebelumnya banyak diterapkan pada identitas digital dan pembayaran ke dalam perdagangan digital.
Dalam sistem tersebut, kecerdasan buatan, interoperabilitas, dan arsitektur terbuka dipadukan untuk memperluas partisipasi ekonomi.
Dengan menempatkan teknologi AI dalam ekosistem terbuka, bukan hanya di dalam platform tertentu, ION diharapkan dapat mendemokratisasi akses terhadap kecerdasan buatan bagi pelaku usaha dari berbagai skala.
Bangun Ekonomi Hyperlokal
Sebagai pelengkap lapisan perdagangan nasional, ION juga menghadirkan ION Hyperlokal. Program tersebut bertujuan membangun ekonomi digital berbasis komunitas dengan menghubungkan desa, kecamatan, pasar tradisional, petani, penyedia logistik, serta pelaku usaha lokal dalam ekosistem perdagangan digital yang terintegrasi.
Tahap implementasi awal akan dilaksanakan di sejumlah wilayah terpilih, termasuk daerah perdesaan. Program itu akan mengintegrasikan UMKM, penyedia logistik, aplikasi pembeli, lembaga keuangan, serta organisasi masyarakat dalam satu infrastruktur bersama.
Baca Juga
ION Percepat Digitalisasi UMKM, AI Jadi Bagian dari Ekosistem Baru
Fokus utama implementasi ialah memperluas partisipasi ekonomi bagi pelaku UMKM, petani, usaha yang dipimpin perempuan, pengusaha perdesaan, serta pekerja sektor informal. Selain membuka akses pasar, ION Hyperlokal juga ditujukan untuk meningkatkan akses terhadap pembayaran digital, pembiayaan, asuransi, dan berbagai layanan penting lainnya.
Sektor Swasta Siap Mendukung
Ketua Dewan Penasihat Indonesia Open Network sekaligus Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia, Shinta Kamdani, menegaskan sektor swasta berkomitmen mendukung pembangunan infrastruktur digital generasi baru Indonesia.
“Indonesia memiliki peluang untuk membangun salah satu ekonomi digital paling inklusif di dunia melalui investasi pada infrastruktur digital bersama, bukan platform yang terpisah-pisah,” ujar Shinta.
Menurut dia, implementasi ION menunjukkan bagaimana prinsip perdagangan digital terbuka dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan prioritas pembangunan nasional.
Keberhasilan ION membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah menetapkan kebijakan dan prioritas nasional, perusahaan teknologi menyediakan inovasi, sedangkan mitra industri membangun kapabilitas digital yang interoperabel.
Lembaga keuangan berperan memperluas akses pembiayaan, penyedia logistik memperkuat konektivitas, sementara pengembang, universitas, perusahaan rintisan, dan komunitas mendorong lahirnya aplikasi serta inovasi lokal.
Menuju Indonesia Emas 2045, infrastruktur publik digital diperkirakan menjadi salah satu fondasi utama peningkatan daya saing nasional.
Melalui pendekatan yang mengedepankan keterbukaan, interoperabilitas, dan kolaborasi, ION berupaya memastikan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia tidak hanya semakin besar, tetapi juga lebih adil, tangguh, dan inklusif.
Dengan dukungan Google.org, Pemerintah Indonesia, serta semakin banyak mitra ekosistem, Indonesia Open Network tengah membangun fondasi ekonomi digital yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha dan masyarakat di seluruh Indonesia.
