KCI Uji Coba Alat Pemurni Udara Nanoe X di KRL Bogor untuk Hilangkan Bau Tak Sedap
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI meminta PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) memasang alat peredam bau di rangkaian kereta rel listrik (KRL) atau commuter line sebagai upaya meningkatkan kenyamanan penumpang.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin menyatakan, perhatian terhadap kenyamanan penumpang dilakukan hingga menyasar hal-hal yang dinilai kecil, termasuk persoalan bau di dalam kereta.
"Di KRL itu sekarang saya minta PT KCI pasang alat peredam bau. Silakan ditanyakan, sudah dipasang belum itu sama dia? Itulah saking kita mikirin masalah kenyamanan (penumpang). Jadi, kami kerja detail sampai (masalah) kecil-kecil kami juga lihat," kata Bobby dalam perjalanan dari Yogyakarta ke Jakarta di KA Nusantara Eksplorer, dikutip Jumat (10/7/2026).
Baca Juga
KCI Pastikan 10 dari 16 'Commuter Line' Inka Beroperasi pada 2026
Menindaklanjuti hal tersebut, PT KCI mulai melakukan uji coba pemasangan alat pemurni udara berteknologi nanoe X di dalam kabin KRL lintas Bogor.
Vice President Corporate Secretary KCI, Karina Amanda mengatakan, pemasangan alat tersebut merupakan bagian upaya perusahaan meningkatkan layanan sekaligus mendukung penerapan pilar environmental, social, and governance (ESG), khususnya aspek lingkungan.
Karina menjelaskan, alat pemurni udara berteknologi nanoe X berfungsi menjaga kualitas udara di dalam rangkaian commuter line dengan menghambat jamur, serbuk sari, bakteri, virus, dan partikel udara lainnya.
"Selain efektif membunuh bakteri dan virus di dalam kabin penumpang, alat pemurni udara ini juga mampu menghilangkan bau tidak sedap yang menempel pada interior kereta. Teknologi ini dipastikan sangat baik untuk mendukung kesehatan seluruh pengguna commuter line," kata Karina dalam keterangannya, Jumat (10/7/2026).
Menurut Karina, pada tahap awal pemasangan alat tersebut masih berstatus uji coba di satu rangkaian commuter line, yakni KRL seri JR205 (SF12).
"Saat ini kami tengah melakukan uji coba pemasangan pada satu rangkaian commuter line untuk memantau efektivitas dan kinerjanya secara langsung di lapangan. KAI Commuter berencana untuk memperluas fasilitas ini dengan memasang alat ini di seluruh rangkaian commuter line lainnya," ungkap dia.
Baca Juga
KAI Commuter Operasikan 1.032 Perjalanan saat May Day, Siagakan 200 Personel Pengamanan
KCI menyebut perangkat nanoe X yang digunakan mengadopsi metode pelepasan mandiri sehingga tidak memerlukan perawatan khusus. Perangkat tersebut juga memiliki daya tahan hingga 600 detik atau sekitar enam kali lebih lama dibandingkan ion udara biasa sehingga penyebaran udara bersih di dalam kabin lebih merata.
Teknologi nanoe X juga telah digunakan pada moda transportasi kereta komuter modern di Jepang. "Melalui inovasi peningkatan layanan ini, KAI Commuter berharap dapat memberikan pengalaman perjalanan yang lebih segar, sehat, dan bebas dari rasa khawatir bagi seluruh pelanggan setia Commuter Line," tutur Karina.
