Prabowo Setujui Pembentukan BUPP Perkeretaapian di Bawah KAI
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, Bobby Rasyidin mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui rencana pembentukan Badan Usaha Pengelola Prasarana (BUPP) perkeretaapian yang akan berada di bawah PT KAI.
Menurut Bobby, persetujuan tersebut juga telah diperoleh dari Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi. Saat ini, pemerintah bersama KAI masih menyusun kajian sebagai dasar pembentukan BUPP.
Baca Juga
KAI Tebar Diskon 30% untuk Tiket Kereta Ekonomi Selama Liburan Sekolah
"Jadi ini dalam proses, Pak Menhub sudah setuju kemudian Pak Presiden juga sudah setuju bahwa itu lebih mengefisienkan," kata Bobby dalam perjalanan dari Yogyakarta ke Jakarta di KA Nusantara Eksplorer, dikutip Jumat (10/7/2026).
Bobby menjelaskan, pembentukan BUPP dinilai dapat meningkatkan efisiensi karena pengelolaan prasarana tidak lagi sepenuhnya bergantung pada anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). "Jadi kalau sekarang itu penganggaran semua anggarannya APBN itu akan ngambil jatah APBN, itu satu. Yang kedua, lama juga eksekusinya kan gitu," ujarnya.
Ia menyebut, kajian mengenai pembentukan BUPP saat ini masih dimatangkan sebelum disampaikan kepada publik melalui Kementerian Perhubungan. "Ini lagi kita matangkan, lagi kita bikinkan kajian, setelah itu kajiannya kita sampaikan. Dan mudah-mudahan secepatnya nanti akan ada BUPP, Badan Usaha Pengelola Prasarana," tutur Bobby.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana menyerahkan pengelolaan prasarana perkeretaapian kepada PT KAI menyusul insiden tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan commuter line di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada 27 April 2026.
Baca Juga
KAI Targetkan KRL 12 Gerbong Beroperasi di Rangkasbitung pada Kuartal I 2027
Menhub Dudy Purwagandhi mengatakan kebijakan tersebut akan mengubah peran Kementerian Perhubungan menjadi regulator, sedangkan pengelolaan prasarana berada di bawah PT KAI.
Dudy menambahkan, perubahan tersebut juga akan memengaruhi pola perencanaan PT KAI, termasuk pembangunan double-double track yang akan disesuaikan dengan kondisi terbaru.
