ESDM Pastikan Pasokan FAME Aman, Produksi Minimal 16,7 Juta Ton untuk Dukung B50
Poin Penting
|
KARAWANG, investortrust.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pasokan fatty acid methyl ester (FAME) untuk mendukung implementasi mandatori biodiesel 50% (B50) dalam kondisi aman. Pemerintah menetapkan target produksi minimal 16,7 juta ton pada 2026 dan masih membuka peluang peningkatan hingga 18 juta ton sesuai perkembangan kebutuhan.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan pemerintah menggunakan pendekatan kisaran (range) dalam menghitung kebutuhan FAME karena konsumsi biodiesel terus berubah mengikuti kondisi di lapangan.
Baca Juga
Seusai Luncurkan B50, Bahlil Pacu Pembangunan Pabrik Metanol dan Siapkan B60
"Kami berhitung memang pakai range. Minimal yang saat ini yang bisa dikeluarkan dan dilaporkan ke saya adalah 16,7 juta ton. Kita hitungannya 16,7 sampai dengan 18 juta ton," ujar Eniya saat ditemui dalam acara peluncuran B50 di Karawang, Kamis (9/7/2026).
Menurut dia, proyeksi tersebut disusun dengan mempertimbangkan dinamika konsumsi BBM, termasuk adanya perubahan pola mobilitas masyarakat dan kondisi stok di berbagai wilayah.
"Kita sesuaikan dengan situasi yang sekarang. Ada program work from home dan sebagainya. Nah, itu yang kita tidak bisa prediksi sehingga saya nulisnya adalah rentang, pakai rentang," jelas Eniya.
Eniya menegaskan kapasitas produksi FAME nasional sebenarnya masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan B50. Saat ini, kapasitas terpasang industri FAME mencapai sekitar 22 juta ton per tahun.
Kendati demikian, kemampuan produksi aktual masih berada di bawah kapasitas karena sejumlah pabrik memerlukan penyesuaian operasional dan peningkatan efisiensi.
"Pabrik FAME kita kapasitas terpasangnya 22 juta ton. Sekarang mereka mampu mendeliver total 16,7 juta ton. Ada beberapa perusahaan yang meningkatkan dan berkomitmen untuk meningkatkan, itu sudah kita hitung," ucap Eniya.
Lebih lanjut, Eniya menambahkan angka produksi minimal 16,7 juta ton telah dikonfirmasi langsung oleh badan usaha produsen FAME dan menjadi dasar pelaksanaan program B50 tahun ini. "16,7 juta ton itu pasti, itu minimal," tegasnya.
Baca Juga
Pemerintah juga membuka ruang penyesuaian volume alokasi FAME apabila terjadi perubahan kebutuhan di lapangan. Mengacu pada ketentuan yang berlaku, volume dalam keputusan menteri ESDM dapat dievaluasi dan direvisi hingga empat kali dalam setahun, sebagaimana pernah dilakukan saat implementasi program B40.
Eniya optimistis kolaborasi pemerintah dan pelaku industri akan memastikan pasokan FAME tetap terjaga sekaligus mendukung pencapaian target bauran energi dan penurunan emisi nasional melalui implementasi B50.
