Hackathon AI Hulu Migas 2026 Hasilkan Potensi Nilai Ekonomi Rp 4,67 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mempercepat transformasi digital industri hulu migas melalui penyelenggaraan IOC Digital Hackathon AI/ML Hulu Migas 2026 yang melibatkan sekitar 700 peserta dari kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) dan berbagai perguruan tinggi. Ajang tersebut diharapkan melahirkan solusi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan machine learning (ML) untuk meningkatkan efisiensi operasi, memperkuat ketahanan energi, serta mendukung target produksi migas nasional.
Implementasi berbagai solusi tersebut diperkirakan mampu menciptakan potential value creation atau potensi nilai ekonomi sekitar Rp 4,67 triliun.
Kompetisi yang memasuki tahun keempat penyelenggaraannya itu mencatat lonjakan partisipasi yang signifikan. Jika sepanjang periode 2023-2025 jumlah peserta sekitar 200 orang, pada 2026 jumlahnya meningkat menjadi sekitar 700 peserta yang berasal dari berbagai perusahaan hulu migas dan perguruan tinggi di Indonesia.
Baca Juga
SKK Migas Genjot Produksi Lewat Program Triple 100 dan Teknologi MSF
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan industri hulu migas membutuhkan pendekatan baru untuk menjawab tantangan produksi yang semakin kompleks. Pemanfaatan AI dan ML menjadi salah satu solusi yang dapat mempercepat proses operasional sekaligus meningkatkan kualitas pengambilan keputusan.
"Industri hulu migas saat ini menghadapi berbagai tantangan yang menuntut hadirnya cara-cara baru di luar business as usual. Untuk mencapai target produksi nasional, kita membutuhkan inovasi yang mampu mempercepat proses, meningkatkan efisiensi, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik. AI/ML merupakan salah satu teknologi yang memiliki potensi besar untuk menjawab tantangan tersebut," ujar Djoko dikutip Selasa (7/7/2026).
Ia menambahkan peningkatan produksi migas menjadi semakin penting di tengah berbagai tantangan operasional yang dihadapi industri. Oleh sebab itu, transformasi digital perlu terus dipercepat agar mampu menghasilkan inovasi yang berdampak langsung terhadap kinerja operasi dan produksi.
Penyelenggaraan Hackathon AI/ML Hulu Migas 2026 juga menjadi bagian dari upaya mendukung target produksi migas dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 serta memperkuat ketahanan energi nasional. Berbagai inovasi yang dikembangkan peserta diarahkan untuk menciptakan operasi hulu migas yang lebih cerdas, efektif, dan efisien melalui pemanfaatan teknologi digital serta analisis data.
Potensi Nilai Ekonomi Rp 4,67 Triliun
Pada penyelenggaraan tahun ini, SKK Migas menambahkan kategori baru, yakni subsurface, yang melengkapi kategori surface yang telah diselenggarakan pada tahun-tahun sebelumnya. Kategori subsurface mencakup inovasi yang berkaitan dengan eksplorasi dan pengelolaan sumber daya di bawah permukaan bumi, sedangkan kategori surface berfokus pada operasi fasilitas di atas permukaan.
Menurut SKK Migas, penambahan kategori tersebut diharapkan dapat memperluas ruang inovasi dan menghasilkan solusi yang lebih komprehensif bagi seluruh rantai nilai industri hulu migas.
Selain menjadi ajang kompetisi, Hackathon AI/ML Hulu Migas juga memperkuat kolaborasi antara industri dan dunia akademik dalam mengembangkan teknologi AI yang dapat diterapkan secara langsung pada kegiatan operasi migas.
Berdasarkan hasil evaluasi terhadap proposal dan inovasi yang diajukan peserta, implementasi berbagai solusi tersebut diperkirakan mampu menciptakan potential value creation atau potensi nilai ekonomi sekitar Rp 4,67 triliun. Nilai tersebut berasal dari peluang peningkatan produksi, optimalisasi operasi, efisiensi proses bisnis, serta penguatan pengelolaan aset di industri hulu migas.
Pada kategori KKKS Surface Proof of Concept, tim LandGuard dari PT Pertamina Hulu Rokan berhasil meraih juara pertama melalui sistem peringatan dini berbasis AI untuk melindungi aset lahan perusahaan. Di kategori KKKS Surface Implementasi, PT Pertamina Hulu Rokan kembali menjadi juara melalui tim C.O.R yang mengembangkan sistem berbasis AI untuk meningkatkan efisiensi perencanaan pengeboran dan mengurangi waktu operasi yang tidak produktif.
Baca Juga
SKK Migas dan PetroChina Bikin Kerajinan Lokal Jambi Naik Level
Sementara pada kategori KKKS Subsurface Proof of Concept, tim SONAR dari PT Pertamina Hulu Energi OSES meraih posisi pertama berkat pengembangan sistem hibrida AI dan ML untuk pengelolaan data bawah permukaan.
Adapun kategori KKKS Subsurface Implementasi dimenangkan tim Al-Chemist 2.0 dari PT Pertamina Hulu Rokan melalui inovasi AI untuk meningkatkan efisiensi pekerjaan chemical stimulation di Lapangan Duri.
Pada kategori perguruan tinggi, tim Jago dari Lahir dari Universitas Gadjah Mada berhasil meraih juara pertama melalui inovasi GUARD: Generative and Understanding for Anomaly Response and Detection. Posisi kedua diraih tim HASTA dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, sedangkan juara ketiga diraih tim Besok Lulus dari Universitas Indonesia.
