Kemenkomdigi Kejar Target Internet 100 Mbps dalam Dua Tahun
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) menargetkan kecepatan internet nasional mencapai rata-rata 100 Mbps dalam dua tahun ke depan. Target itu akan dicapai lewat percepatan pembangunan infrastruktur digital dan peningkatan investasi operator telekomunikasi.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria mengatakan, akses internet berkualitas telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, pemerintah terus memperluas konektivitas hingga wilayah pinggiran.
"Kita berkomitmen menembus 100 Mbps kira kira di dua tahun mendatang secara merata dan juga dengan harga yang semakin murah," ujar Nezar dalam keterangan resmi, Senin (6/7/2026).
Baca Juga
Indonesia Targets 100 Mbps Internet Within Two Years in Digital Infrastructure Push
Menurut Nezar, peningkatan kualitas konektivitas menjadi bagian dari visi Kemenkomdigi. Infrastruktur digital dinilai menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi digital dan peningkatan produktivitas masyarakat.
Pemerintah juga mendorong opsel meningkatkan belanja modal untuk memperluas jaringan. Penguatan konektivitas dilakukan melalui pembangunan serat optik, fixed broadband, dan teknologi satelit.
"Tujuannya agar masyarakat memperoleh akses internet yang semakin terjangkau dengan kualitas layanan yang semakin baik," jelasnya.
Baca Juga
Kemenkomdigi Optimistis Kejar Target 3.000 Desa Terhubung Internet
Mantan jurnalis senior itu mengakui, pemerataan akses internet masih menjadi tantangan. Laporan mengenai wilayah blank spot masih ditemukan, termasuk di sejumlah daerah di Pulau Jawa.
"Kita harus menutup kesenjangan infrastruktur dan konektivitas yang masih ada, termasuk mengatasi wilayah wilayah yang masih mengalami blank spot," katanya.
Menurut Nezar, kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas terus meningkat. Bahkan saat terjadi bencana, pemulihan jaringan telekomunikasi menjadi salah satu kebutuhan yang paling mendesak.
"Ketika terjadi bencana, selain permintaan bantuan makanan, masyarakat juga meminta pemulihan sinyal. Itu menunjukkan konektivitas sudah menjadi kebutuhan yang melekat dalam kehidupan sehari hari," tutupnya.
