Harga Emas Bertahan di Level Tertinggi Dua Pekan, Pasar Nantikan Risalah The Fed
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas bertahan di dekat level tertinggi dalam dua pekan pada perdagangan Senin (6/7/2026) setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan meredam ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed). Kondisi tersebut memperkuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai di tengah prospek pelonggaran kebijakan moneter.
Dilansir Economic Times, harga emas spot stabil di US$ 4.175,02 per ons pada pukul 00.28 GMT. Logam mulia tersebut sebelumnya membukukan kenaikan lebih dari 2% sepanjang pekan lalu setelah sempat melemah selama empat pekan berturut-turut.
Baca Juga
Harga Emas Melonjak 2%, Data Tenaga Kerja AS Picu Harapan Pelonggaran The Fed
Data yang dirilis Kamis (2/7/2026) pekan lalu menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja di Amerika Serikat melambat tajam pada Juni. Selain itu, revisi ke bawah terhadap data penciptaan lapangan kerja dua bulan sebelumnya mengindikasikan pasar tenaga kerja mulai mendingin.
Perkembangan tersebut mendorong pelaku pasar memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat. Berdasarkan CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga pada September kini sekitar 55%, turun dari lebih dari 60% sebelum data ketenagakerjaan dipublikasikan.
Prospek suku bunga yang lebih rendah umumnya menguntungkan emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil atau bunga, sehingga menjadi lebih kompetitif dibandingkan instrumen investasi berbunga.
Investor Tunggu Risalah The Fed
Fokus investor kini beralih pada risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 16-17 Juni, yang dijadwalkan dirilis Rabu pekan ini. Dokumen tersebut menjadi perhatian karena merupakan rapat pertama yang dipimpin Ketua The Fed Kevin Warsh dan diperkirakan memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga selanjutnya.
Di sisi lain, JPMorgan memperkirakan permintaan emas dari sejumlah sektor utama tidak akan sekuat ekspektasi sebelumnya. Bank investasi tersebut memperkirakan harga emas berpotensi mencapai US$ 4.300 per ons pada kuartal III 2026 dan meningkat menjadi US$ 4.500 per ons pada kuartal IV 2026.
Permintaan emas fisik di India dilaporkan kembali melemah pada Jumat setelah sempat meningkat pada awal pekan. Kenaikan harga dari posisi terendah dalam tiga bulan membuat sebagian konsumen menunda pembelian.
Baca Juga
Kilau Emas Antam (ANTM) Meredup Dibayangi Suku Bunga The Fed
Sementara itu, minat beli emas fisik di China menunjukkan perbaikan meski masih terbatas. Kondisi tersebut memberikan dukungan tambahan terhadap harga emas global.
Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot naik 0,1% menjadi US$ 62,4773 per ons dan sempat menyentuh level tertinggi sejak 23 Juni. Harga platinum juga meningkat 0,4% menjadi US$ 1.645,05 per ons, sedangkan paladium menguat 0,1% menjadi US$ 1.275,18 per ons. Kedua logam tersebut berada di jalur kenaikan harian untuk sesi keempat berturut-turut.
