Perusahaan Asal Swiss Givaudan Bangun Pabrik Baru Senilai Rp 1,1 Triliun di Cikarang
Poin Penting
|
CIKARANG, investortrust.id - Perusahaan perisa makanan dan wewangian global Givaudan meresmikan fasilitas produksi barunya yang berteknologi mutakhir di Cikarang. Pembangunan pabrik dengan nilai investasi Rp 1,1 triliun ini untuk mendukung ambisi pertumbuhan di perusahaan di Indonesia.
Perluasan fasilitas produksi ini akan memperkuat kemampuan perusahaan asal Swiss ini dalam memenuhi meningkatnya permintaan konsumen akan pengalaman menikmati makanan yang berkesan di salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara.
Baca Juga
Kemenperin Bantah Berita 2 Perusahaan yang Disebut akan Merelokasi Pabriknya ke Vietnam
Fasilitas baru di Cikarang ini pada tahap awal akan menciptakan sekitar 60 lapangan kerja, dengan potensi ekspansi lebih lanjut di masa mendatang. Berdiri di atas lahan seluas 50.000 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 24.000 meter persegi, fasilitas ini akan memproduksi bubuk perisa gurih, manis, dan camilan untuk berbagai kebutuhan.
Dalam sambutannya, CEO Givaudan Christian Stammkoetter mengatakan, pembangunan fasilitas baru ini menjadi bukti terbaru dari komitmen jangka panjang Givaudan terhadap Indonesia. Investasi strategis ini sejalan dengan strategi 2030 perusahaan untuk memperkuat kehadiran di pasar-pasar strategis dengan pertumbuhan tinggi.
"Sehingga kami dapat menjangkau lebih banyak pelanggan, menangkap peluang pertumbuhan baru, sekaligus memperkuat kontribusi kami terhadap perekonomian lokal," ucap Christian Stammkoetter, Jumat (3/7/2026).
Baca Juga
James Riady Ajak Pengusaha Belarus Transfer Teknologi dan Bangun Pabrik di Indonesia
Sejalan dengan agenda keberlanjutan Givaudan, fasilitas ini dilengkapi berbagai teknologi ramah lingkungan, seperti sistem energi surya, pemanenan air hujan, kemitraan penggunaan listrik hijau, serta sistem pencahayaan dan pengelolaan air yang hemat energi. Berbagai inisiatif tersebut membantu mengurangi jejak lingkungan sekaligus meningkatkan ketahanan operasional.
"Industri makanan dan minuman di Asia Tenggara merupakan ekosistem yang beragam dan berkembang pesat, didukung oleh kekayaan cita rasa khas kawasan serta lanskap industri yang semakin ditunjang oleh teknologi. Melalui perluasan kapabilitas kami, kami ingin mendukung pelanggan dalam menghadirkan pengalaman menikmati makanan dan inovasi yang berbeda serta digemari oleh konsumen," ujar President Taste & Wellbeing Givaudan Antoine Khalil.
CEO Givaudan Christian Stammkoetter (kedua dari kiri) saat peresmian pabrik baru Givaudan di Cikarang, Jawa Barat, Jumat (3/7/2026). Foto: Istimewa.
