Cegah PHK Massal, Penasihat Presiden Said Iqbal Minta Danantara Suntik Modal Swasta
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, menyambangi Wisma Danantara Indonesia di Jakarta pada Rabu (1/7/2026). Pertemuan tersebut dilakukan guna mencari solusi konkret dalam menekan angka pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor swasta.
Dalam kesempatan itu, Said Iqbal bertemu langsung dengan Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria. Iqbal mendorong lembaga pengelola investasi tersebut untuk turut mengambil peran dengan menyuntikkan modal ke perusahaan swasta yang tengah menghadapi kendala finansial.
"Dari pertemuan ini, kami meminta Danantara mengambil peran juga, sesuai tupoksinya, yaitu bisa menyertakan modal ke perusahaan-perusahaan swasta yang bermasalah," ujar Iqbal usai pertemuan.
Iqbal menjelaskan bahwa perusahaan swasta ‘bermasalah’ yang dimaksud bukanlah perusahaan yang bangkrut total, melainkan korporasi yang secara fundamental sehat namun mengalami hambatan modal kerja. Seringkali, masalah ini muncul akibat melonjaknya permintaan produk yang tidak diimbangi oleh kapasitas likuiditas perusahaan.
"Sebenarnya perusahaannya sehat, bisa jalan lagi. Tetapi karena faktor modal kerjanya tergerus atau kurang, sementara ada permintaan barang yang meningkat... itu bisa saja diambil alih atau dibantu oleh Danantara,” jelasnya.
Langkah ini, lanjut Iqbal, sejalan dengan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang berkomitmen mencegah kepailitan di sektor swasta demi menghindari gelombang PHK. Namun, jika PHK tetap tidak terhindarkan, Iqbal menegaskan hak-hak buruh wajib dipenuhi secara penuh.
Baca Juga
PT Pakerin Stop Beroperasi, Kemenperin Siapkan Langkah Mitigasi Pemulihan
"Kalau terjadi PHK, hak-hak buruh wajib dibayar minimal sesuai undang-undang dan maksimal di atas undang-undang,” tegas Iqbal.
Dorong Himbara Kucurkan Rp400 Miliar ke PT Pakerin
Sebagai langkah awal, pertemuan itu disebut menghasilkan kesepakatan konkret. Danantara berkomitmen untuk mendorong Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) mengucurkan pinjaman modal kerja kepada PT Pabrik Kertas Indonesia (Pakerin) yang beroperasi di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
Rencananya, Danantara akan terlebih dahulu melakukan audit dan pemeriksaan terhadap kesehatan finansial PT Pakerin.
"Danantara nanti akan memeriksa kesehatan PT Pakerin, akan mendorong Himbara memberikan dana pinjaman. Dengan jaminan sisa aset yang bagus di LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) ada sekitar Rp600 miliar. Sedangkan modal kerjanya (yang dibutuhkan) Rp400 miliar,” ungkap Iqbal.
Jika suntikan modal kerja ini terealisasi, PT Pakerin diproyeksikan mampu bangkit kembali dan menyerap kembali ribuan tenaga kerja, baik karyawan yang sebelumnya terdampak PHK maupun pekerja baru.
"Sekitar 2.700 karyawan bisa direkrut lagi oleh PT Pakerin,” pungkasnya.
