KEK Mandalika Tarik 29 Investor, Realisasi Investasi Tembus Rp 6 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang dikelola PT InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) berhasil menarik 29 investor dengan realisasi investasi lebih dari Rp 6 triliun hingga triwulan II-2026. Pengembangan kawasan tersebut juga telah menyerap 26.424 tenaga kerja.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama PT ITDC Ahmad Fajar mengatakan pengembangan Mandalika tidak hanya difokuskan sebagai kawasan wisata, tetapi juga sebagai ekosistem ekonomi yang mampu menciptakan investasi, lapangan kerja, dan peluang usaha bagi masyarakat.
"Yang kami bangun bukan hanya kawasan wisata, tetapi ekosistem ekonomi yang menciptakan investasi, lapangan kerja, dan peluang usaha bagi masyarakat sekitar," ujar Ahmad Fajar dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VII DPR RI, Rabu (1/7/2026).
Baca Juga
Delta Giri Wacana (DGWG) Masuk Daftar HSC, 97,35% Saham Terkonsentrasi
Menurutnya, pengembangan Mandalika telah berlangsung lebih dari satu dekade melalui kolaborasi pemerintah pusat, DPR, pemerintah daerah, dan BUMN. Kawasan tersebut kini berkembang menjadi destinasi pariwisata terpadu yang didukung berbagai fasilitas, mulai dari sirkuit internasional, kawasan komersial, hotel, hingga infrastruktur dasar.
ITDC juga mengembangkan Mandalika ke dalam beberapa zona. Kawasan barat difokuskan sebagai pusat aktivitas komersial yang menampung UMKM, restoran, dan pusat ritel. Sementara itu, kawasan timur diproyeksikan sebagai destinasi premium yang akan diisi hotel-hotel mewah.
Selain itu, perseroan berencana membangun lapangan golf dan fasilitas hiburan untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan. "Kita bangun berupa convention center, di mana dalam waktu dekat, kita sedang mengundang investor untuk membangun hotel-hotel di sekitarnya, karena di sana pemandangannya sangat bagus, sehingga kita ingin menciptakan suatu ekosistem tourism di sana," kata Ahmad Fajar.
Baca Juga
KEK Pariwisata Serap 53 Ribu Tenaga Kerja, Investasi Tembus Rp 45 Triliun
ITDC menilai keberadaan Pertamina Mandalika International Circuit menjadi salah satu daya tarik utama bagi wisatawan sekaligus investor. Sirkuit tersebut kini dimanfaatkan lebih dari 250 hari setiap tahun untuk berbagai kegiatan balap maupun penyewaan lintasan sehingga tidak hanya bergantung pada penyelenggaraan MotoGP.
Menurut ITDC, kepercayaan investor terhadap KEK Mandalika terus meningkat. Sejumlah investor asing telah menanamkan modal untuk pengembangan hotel premium dan bisnis kuliner guna memperkuat posisi Mandalika sebagai destinasi sport tourism sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi baru di Nusa Tenggara Barat. "Jadi yang dibangun bukan hanya sirkuit, tetapi juga jalan, kawasan, utilitas, sistem air, sudah kami bangun semua," ujar Ahmad Fajar.

