RI-Belarus Teken 17 MoU, Airlangga Bidik Nilai Perdagangan Tembus US$500 Juta
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Pemerintah Indonesia dan Belarus memperkuat kerja sama ekonomi melalui penandatanganan 17 nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antarpelaku usaha (business-to-business/B2B) dalam Forum Bisnis Indonesia-Belarus. Kerja sama tersebut mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari industri, pangan, hingga investasi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan forum tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan perdagangan dan investasi bilateral. Saat ini, nilai perdagangan Indonesia dan Belarus mencapai sekitar US$220 juta dan ditargetkan meningkat menjadi US$500 juta dalam waktu dekat.
"Pada kesempatan ini disaksikan 17 MoU business-to-business. Kita berharap dalam waktu dekat bisa mencapai sampai dengan 500 juta US dolar," ujar Airlangga di Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Baca Juga
James Riady Ajak Pengusaha Belarus Transfer Teknologi dan Bangun Pabrik di Indonesia
Menurut Airlangga, salah satu kerja sama strategis yang tengah dijajaki adalah investasi Indonesia pada tambang potash di Belarus. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat pasokan bahan baku pupuk nasional sekaligus mengurangi risiko gangguan rantai pasok global.
"PT Pupuk (Indonesia) sedang melakukan due diligence untuk bicara mengenai ikut saham di dalam pengembangan tambang. Bukan peningkatan impor, peningkatan dari kepemilikan saham di dalam tambang," katanya.
Selain mendukung ketahanan pangan, Indonesia juga membuka peluang kerja sama di sektor alat berat ramah lingkungan. Belarus yang memiliki teknologi alat berat berkapasitas besar didorong berkolaborasi dengan Indonesia dalam pengembangan kendaraan tambang bertenaga listrik.
Baca Juga
Airlangga menjelaskan Indonesia dapat memasok teknologi penyimpanan energi berbasis baterai untuk mendukung elektrifikasi alat berat Belarus. Menurut dia, sinergi tersebut sejalan dengan program hilirisasi nikel dan upaya menekan emisi karbon di sektor pertambangan.
"Kalau mereka mau elektrifikasi dari alat berat, itu bisa menggunakan battery storage dari Indonesia. Kita dorong alat-alat pertambangan menggunakan listrik," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Belarus Viktor Karankevich menyatakan negaranya siap memperluas kerja sama dengan Indonesia di bidang industri, pertanian, kesehatan, pendidikan, dan teknik.
Baca Juga
Puan Maharani Minta Pelatihan SPPI Calon Manager KDKMP Fokus Manajerial
"Belarus juga menawarkan lokalisasi produksi, pembangunan pusat layanan alat berat, serta peningkatan pasokan pupuk potash ke Indonesia," kata Viktor.
Selain itu, Belarus berharap dapat meningkatkan impor berbagai komoditas unggulan Indonesia, seperti minyak sawit, makanan laut, karet, biji kakao, produk farmasi, hingga kopi.
Menurut Viktor, penguatan kemitraan tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan perdagangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat kedua negara.
