Menko Muhaimin Minta Pengembangan Ekonomi Kreatif Tak Lagi 'Jawa-Bali Sentris'
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan pentingnya pemerataan sektor ekonomi kreatif di Indonesia. Menurutnya, potensi besar yang dimiliki berbagai wilayah di luar Pulau Jawa dan Bali harus segera digali demi menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Pria yang akrab disapa Cak Imin ini menilai, selama ini roda ekonomi kreatif nasional masih sangat timpang karena terpusat di kawasan Jawa dan Bali saja.
"Potensi ekonomi kreatif masih terkonsentrasi di Bali, Jawa, yang menunjukkan daerah-daerah yang lain harus dikejar dan digali sejauh mana dan daerah mana yang akan terus memiliki potensi dan mendapatkan dukungan," ujar Muhaimin saat menghadiri sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 di Jakarta, Senin (29/6/2026).
Muhaimin memaparkan subsektor kuliner saat ini masih menjadi tulang punggung utama ekonomi kreatif nasional. Di sisi lain, subsektor berbasis teknologi seperti film dan musik juga terus menunjukkan tren pertumbuhan yang positif.
Untuk memecah pemusatan tersebut, pemerintah kini tengah mendorong strategi pengembangan Desa Kreatif. Program ini diharapkan mampu memaksimalkan potensi lokal di tiap daerah, menciptakan nilai tambah, sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat setempat.
Baca Juga
Ekonomi Kreatif Jadi Mesin Baru Pertumbuhan, Ekspor Tembus US$ 31,94 Miliar
"Kita dukung rencana desa kreatif, agar percepatan perhatian kepada ekonomi kreatif merata di seluruh tanah air kita," tambahnya.
Lebih lanjut, Cak Imin menekankan setiap pelaku ekonomi kreatif memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, kebijakan pemberdayaan tidak boleh disamaratakan dan harus berbasis pada data yang akurat.
Pemerintah berharap Sensus Ekonomi 2026 yang tengah berjalan dapat menjadi investasi jangka panjang untuk memetakan cetak biru (blueprint) potensi ekonomi nasional secara mendalam.
Di akhir keterangannya, Cak Imin mengajak seluruh elemen—mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, hingga komunitas kreatif—untuk menyukseskan sensus ini agar target pemerataan pembangunan bisa segera terealisasi.
"Mari kita kawal sensus ekonomi sampai selesai. Inilah langkah kita semua yang konkret agar lebih cepat menuju bangsa yang adil, makmur, dan sejahtera," pungkasnya.
