Pengguna KRL Jabodetabek Naik 11%, Tembus 30,58 Juta pada April 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) mencatat tren pengguna kereta rel listrik (KRL) atau commuter line Jabodetabek terus meningkat sepanjang 2026. Pada April 2026, jumlah pengguna mencapai 30,58 juta orang atau naik 11% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda menyatakan, peningkatan jumlah pengguna juga berlanjut pada Mei 2026. Total pengguna pada bulan tersebut mencapai 28,96 juta orang atau meningkat 1% dibandingkan Mei 2025.
"Pada April 2026 meningkat 11% dari April 2025 karena menjangkau 30,58 juta pengguna," kata Karina dalam keterangan tertulis, Kamis (25/6/2026).
Baca Juga
Stasiun JIS Mulai Beroperasi dengan Tarif KRL Khusus Rp 1 hingga 28 Juni
Memasuki masa libur sekolah pada Juni 2026, volume pengguna commuter line Jabodetabek juga menunjukkan tren peningkatan. Rata-rata pengguna KRL Jabodetabek pada hari libur atau akhir pekan sebanyak 736.203 orang.
Pengguna commuter line Jabodetabek terbanyak pada hari libur sekolah terjadi pada Sabtu (6/6/2026), yaitu sebanyak 845.292 orang. Sementara itu, pada hari kerja sepanjang Juni 2026, rata-rata jumlah pengguna mencapai 1.030.610 orang.
"Pada hari kerja sepanjang Juni 2026 ini ada sebanyak 1.030.610 orang. Volume tertinggi terjadi pada hari kerja pertama di bulan Juni, Selasa (2/6/2026), sebanyak 671.031 orang," tutur Karina.
Baca Juga
Prabowo Perintahkan KAI Segera Renovasi Stasiun Gambir, Bakal Terintegrasi dengan KRL
Untuk mengakomodasi kebutuhan perjalanan masyarakat selama masa libur sekolah, KAI Commuter tetap mengoperasikan 1.065 perjalanan commuter line Jabodetabek setiap hari mulai pukul 04.00-24.00 WIB.
Menurut Karina, persebaran pengguna masih terkonsentrasi pada jam sibuk pagi pukul 05.00-07.30 WIB dan sore pukul 15.00-18.00 WIB.
"Untuk itu, KAI Commuter mengimbau kepada pengguna yang akan menggunakan commuter line untuk menikmati libur bersama anak-anak untuk memperhatikan jam keberangkatannya dengan menggunakan commuter line di luar jam-jam sibuk tersebut," pungkas Karina.
