Ratusan Kapal Terancam Menua, ASDP Butuh Investasi Rp 23,49 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperkirakan kebutuhan investasi hingga 2030 mencapai Rp 23,49 triliun untuk mendukung peremajaan armada dan pengembangan pelabuhan di tengah tingginya jumlah kapal yang telah berusia tua.
Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo menyatakan, kebutuhan investasi tersebut mencakup pembangunan 46 kapal baru dan 55 proyek pembangunan di 35 pelabuhan.
"Sampai tahun 2030, ASDP membutuhkan total investasi sebesar Rp 23,49 triliun yang mencakup pembangunan 46 unit kapal baru dan 55 proyek pembangunan di 35 pelabuhan. Kebutuhan ini kami sampaikan secara transparan agar tantangan lima tahun ke depan dapat dipahami bersama," kata Heru dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, dipantau melalui TV Parlemen, Rabu (24/6/2026).
Menurut Heru, peremajaan armada menjadi kebutuhan mendesak karena mayoritas kapal ASDP Group telah berusia tua. Berdasarkan data perusahaan, sebanyak 55% kapal berusia di atas 30 tahun dan 72% armada memiliki kapasitas di bawah 1.000 gross tonnage (GT).
"Kami menghadapi tantangan yang cukup serius. Berdasarkan data yang kami miliki, 55% kapal ASDP Group berusia di atas 30 tahun dan 72%-nya masih memiliki kapasitas di bawah 1.000 GT," ujarnya.
Baca Juga
Dukung Mobilitas Libur Sekolah, ASDP Perkuat Layanan dan Keselamatan Penyeberangan
ASDP juga mencatat sekitar 116 kapal menghadapi risiko penurunan aspek keselamatan. Selain itu, sebanyak 79 kapal menggunakan mesin dengan suku cadang yang sudah tidak lagi diproduksi sehingga menyulitkan proses pemeliharaan.
Heru juga menyampaikan, data dari DNV Maritime Service, Strait dan Clarkson menunjukkan biaya perawatan kapal akan meningkat seiring bertambahnya usia armada, sementara tingkat keamanan dan keselamatannya cenderung menurun.
"Sesuai data DNV Maritime Service, Strait dan Clarkson, semakin tua usia kapal maka biaya perawatannya semakin tinggi dan tingkat keamanan serta keselamatannya semakin menurun," ucapnya.
Ihwal itu, ASDP memandang program peremajaan armada tidak hanya diperlukan untuk meningkatkan efektivitas operasional, tetapi juga untuk menjaga keselamatan pelayaran dan memastikan layanan penyeberangan tetap dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.
Baca Juga
Anak Usaha PT Timah Jajaki Kerja Sama Docking 13 Kapal ASDP Batam
"Oleh karena itu, kami memandang peremajaan kapal sebagai sesuatu yang sangat urgen dan penting sekarang. Bukan hanya untuk efektivitas operasional, tetapi juga untuk menjaga keselamatan pelayaran dan memastikan kebutuhan masyarakat dapat terlayani dengan kapal yang lebih besar dan lebih aman," tutur Heru.

