Pertamina dan Kemenkop Percepat PLTS Koperasi Desa Merah Putih di Batam, Progres 80%
Poin Penting
|
BATAM, Investortrust.id - Proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Pulau Sembur Laut, Kelurahan Galang Baru, Kota Batam, Kepulauan Riau, telah mencapai progres pembangunan sekitar 80%. Proyek hasil kolaborasi Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina New & Renewable Energy (NRE) itu diharapkan menjadi model pengembangan energi bersih berbasis koperasi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.
Kemajuan proyek tersebut terungkap saat Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi Panel Barus bersama tim Pertamina NRE melakukan kunjungan pemantauan pembangunan tahap pertama pada Jumat (19/6/2026).
Corporate Secretary Pertamina NRE Nur Hidayati mengatakan pembangunan PLTS berbasis energi terbarukan yang terintegrasi dengan program KDKMP berjalan sesuai target.
“Proyek PLTS berbasis energi terbarukan yang disandingkan dengan program KDKMP ini telah mencapai kemajuan sekitar 80%. Kami ucapkan terimakasih atas koordinasi dan dukungan semua pihak terutama Kementerian Koperasi serta masyarakat Pulau Sembur yang berupaya mewujudkan proyek ini,” ujar Nur Hidayati dalam keterangan terpisah dikutip Minggu (21/6/2026).
Baca Juga
Pulau Sembur merupakan pulau kecil di gugusan Pulau Galang yang dapat ditempuh sekitar 1 jam perjalanan laut dari Batam. Selama ini masyarakat setempat belum menikmati pasokan listrik yang memadai dan masih bergantung pada genset berbahan bakar diesel dengan biaya operasional yang relatif tinggi.
Panel Barus menjelaskan proyek tersebut menjadi contoh kolaborasi lintas lembaga dalam menghadirkan akses energi sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
"Kami ingin memastikan masyarakat desa mendapatkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan melalui pengelolaan usaha produktif berbasis energi melalui koperasi," kata Panel saat melakukan kunjungan kerja ke Pulau Sembur.
Pulau Sembur dipilih sebagai lokasi pengembangan karena memenuhi sejumlah kriteria utama program KDKMP. Selain telah memiliki aktivitas ekonomi yang berjalan dan koperasi yang terbentuk, wilayah tersebut juga belum terhubung dengan jaringan listrik.
Dorong Ekonomi Produktif Nelayan
Nur Hidayati menjelaskan seluruh panel surya untuk tahap pertama telah terpasang. Selain itu, sistem baterai juga telah berhasil dikirim dan tiba di lokasi proyek. Pada tahap awal, PLTS dibangun dengan kapasitas 400 kilo-watt peak (kWp) dan didukung sistem baterai berkapasitas 600 kilo-watt hour (kWh). Setelah seluruh tahapan selesai, kapasitas terpasang akan meningkat menjadi 1 megawatt-peak (MWp) dengan sistem baterai 1 megawatt-hour (MWh).
“Nantinya keseluruhan daya PLTS yang terpasang sebesar 1 megawatt-peak (MWp) dengan baterai 1 megawatt-hour (MWh),” jelas Nur Hidayati.
Saat ini, pekerjaan pembangunan difokuskan pada penyelesaian jaringan distribusi listrik, integrasi sistem baterai, serta pembangunan fasilitas pendukung berupa cold storage berkapasitas 5 ton dan ice maker berkapasitas 2 ton per hari.
Fasilitas tersebut akan dikelola oleh Koperasi Merah Putih setempat dan ditargetkan mulai beroperasi penuh pada triwulan III 2026. Kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan menjadi fondasi terbentuknya ekosistem ekonomi produktif berbasis energi bersih di Pulau Sembur.
Setelah beroperasi, listrik dari PLTS akan diprioritaskan untuk mendukung operasional cold storage dan pabrik es. Dengan demikian, nelayan tidak lagi bergantung pada pasokan es dari luar pulau sehingga dapat menyimpan hasil tangkapan lebih lama, menekan biaya operasional, dan meningkatkan kualitas produk perikanan. Selain mengurangi ketergantungan terhadap genset diesel, keberadaan fasilitas tersebut juga diharapkan meningkatkan nilai jual hasil tangkapan nelayan setempat.
Proyek hasil kolaborasi Kementerian Koperasi dan Pertamina NRE ini merupakan proyek PLTS berbasis koperasi pertama di Indonesia. Model yang dikembangkan menempatkan koperasi sebagai pengelola utama aset energi sekaligus penggerak aktivitas ekonomi masyarakat desa.
Melalui pendekatan tersebut, manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat kembali kepada anggota koperasi dan masyarakat sekitar sehingga menciptakan dampak pembangunan yang lebih berkelanjutan.
Baca Juga
ESDM Genjot PLTS 100 GW, Kejar Bauran EBT 21% dan Kurangi Ketergantungan Energi Fosil
“Kami berharap PLTS KDKMP Pulau Sembur dapat menjadi contoh bagaimana energi terbarukan tidak hanya menghadirkan energi yang andal, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sinergi antar koperasi," tutup Sri.
Pengembangan PLTS KDKMP Pulau Sembur juga sejalan dengan agenda Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kedaulatan energi nasional melalui pengembangan program PLTS berkapasitas 100 gigawatt (GW). Sebagai proyek percontohan, Pulau Sembur menunjukkan bagaimana energi surya, koperasi, dan ekonomi desa dapat terintegrasi dalam satu ekosistem. Model tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung target net zero emission (NZE) Indonesia pada 2060.
