Kemenhub Izinkan LRT Tambah Jam Operasional saat Nataru, tapi Ini Syaratnya
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perhubungan telah memberikan izin kepada pihak PT KAI jika ingin menambah jam operasional Lintas Raya Terpadu (LRT) Jabodebek selama Natal dan Tahun Baru (Nataru). Meski begitu, ada sejumlah hal yang menjadi persyaratan.
Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati menyampaikan, kebijakan penambahan jam operasional sejatinya ada di operator. Sementara Kemenhub dalam hal ini hanya memiliki kebijakan terkait trainset.
“Kalau kita sih selama trainset lancar, kemudian juga tren permintaannya bertambah, kita perbolehkan saja. Yang penting itu yang utama layanan tetap dijaga. Soal jam operasional, kami kembalikan ke operator,” ujar Adita Irawati saat ditemui di Jakarta, Rabu (13/12/2023).
Baca Juga
12 Trainset LRT Jabodebek Sudah Beroperasi, KAI Terus Lakukan Mitigasi
Berdasarkan informasi yang disampaikan pihak LRT Jabodebek, saat ini mereka memiliki frekuensi 200 perjalanan per hari. Sementara waktu antarkedatangan kereta (headway) berkisar antara 7-15 menit.
Sejauh ini LRT Jabodebek telah mengangkut 3.532.975 penumpang, terhitung sejak awal beroperasi hingga akhir November 2023. Adapun rata-rata jumlah penumpang harian adalah 37.189 orang.
“Kita sudah improve di beberapa titik. Artinya kemarin apa yang mempengaruhi kendala operasional, ini sudah diidentifikasi. Dari 8 ke 12 trainset ini masih terus kita lakukan mitigasi dan investigasi,” kata EVP Corporate Secretary PT KAI, Raden Agus Dwinanto Budiadji, beberapa waktu lalu di Stasiun Gambir. (CR-8)

