Airlangga Sebut Perdamaian AS-Iran Tak Otomatis Buat Harga BBM Nonsubsidi Turun
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran tak otomatis membuat harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, termasuk Pertamax turun. Hal ini lantaran tergantung pada implementasi perjanjian damai tersebut, termasuk terkait dibukanya kembali Selat Hormuz.
Meski demikian, pemerintah, kata Airlangga, berharap penandatanganan 14 poin MoU perdamaian AS-Iran yang rencananya digelar di Bürgenstock, Swiss, pada Jumat (19/6/2026) dapat terlaksana. Selanjutnya, pemerintah akan melihat penyesuaian harga minyak dunia merespons perdamaian dan dibukanya kembali Selat Hormuz.
Baca Juga
14 Butir MoU: Iran Menang Besar, AS Menyelamatkan Muka, Israel dan Oposisi Iran Tersisih
"Dengan kembali terbukanya Selat Hormuz kan kita baru lihat penyesuaian terhadap harga lagi. Ini kan tidak otomatis. Kita lihat juga implementasi daripada perjanjian perdamaian," kata Airlangga di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Airlangga belum dapat memastikan berapa lama perdamaian AS-Iran berdampak pada penurunan harga BBM nonsubsidi. Airlangga menyatakan, hal itu bergantung pada distribusi minyak.
"Ya kita lihat barangnya sampai mana," katanya.
Baca Juga
Selat Hormuz Siap Dibuka Kembali, Minyak Brent Terjun di Bawah US$ 80
Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/ Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani menyatakan Presiden Prabowo menyambut positif perdamaian AS-Iran. Dalam pengarahan kepada jajaran direksi dan komisaris bank milik negara di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (18/6/2026), Prabowo menyatakan perdamaian AS dan Iran akan memberikan sentimen positif bagi perekonomian Indonesia. Setidaknya, perdamaian AS dan Iran telah membuat harga minyak dunia turun hingga di bawah US$ 80 per barel.
"Kita harus optimis ke depannya perekonomian kita akan berjalan baik, berjalan maju, apalagi tadi disampaikan juga dengan kesepakatan dari Presiden Trump dan juga pemerintah Iran, harga minyak juga tadi disampaikan sudah menurun di bawah 80 (US$ per barel) dan harapannya ini juga akan memberikan sentimen yang positif terhadap perekonomian kita," kata Rosan.
