Wärtsilä Berhasil Uji Mesin Hidrogen 100% Pertama di Dunia, Pasok Listrik ke Jaringan Spanyol
JAKARTA, investortrust.id – Grup teknologi Wärtsilä berhasil mengoperasikan mesin hidrogen 100% berskala besar pertama di dunia untuk memasok listrik ke jaringan listrik nasional Spanyol. Demonstrasi tersebut dilakukan di laboratorium Bermeo, Spanyol dan menjadi tonggak penting dalam pengembangan sistem energi berbasis hidrogen.
Uji coba tersebut merupakan demonstrasi pertama di dunia dari mesin hidrogen skala besar yang beroperasi menggunakan 100% hidrogen murni dalam kondisi jaringan listrik nyata.
Keberhasilan ini menandai langkah penting melampaui teknologi yang siap menggunakan hidrogen (hydrogen-ready), sekaligus membuktikan bahwa pembangkit listrik berbasis mesin dapat beroperasi sepenuhnya dengan bahan bakar hidrogen untuk mendukung sistem energi terbarukan di masa depan.
Baca Juga
Prabowo Sebut Krisis Dunia Jadi Peluang RI Percepat Pengembangan Energi Terbarukan
Wärtsilä menyatakan pengujian tersebut membuka jalur yang lebih jelas menuju sistem energi yang sepenuhnya berbasis energi terbarukan. Hal ini menjadi semakin relevan seiring kapasitas pembangkitan energi terbarukan global yang diperkirakan bertambah hampir 4.600 gigawatt (GW) pada 2030.
Dalam sistem energi yang semakin bergantung pada tenaga surya dan angin, teknologi pembangkit yang fleksibel dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan jaringan listrik saat produksi energi terbarukan menurun atau ketika terjadi lonjakan permintaan listrik.
Hidrogen hijau dinilai memiliki peran penting karena tidak menghasilkan emisi karbon. Selain dapat digunakan untuk menghasilkan listrik bersih, hidrogen juga dapat menyimpan kelebihan energi terbarukan dan menyediakan pasokan listrik yang andal ketika pembangkitan energi surya maupun angin berkurang.
Mesin Wärtsilä 31H2 yang digunakan dalam uji coba tersebut merupakan bagian dari platform Wärtsilä 31, salah satu mesin empat langkah (4-stroke) multi-bahan bakar paling efisien di dunia. Saat ini, Wärtsilä 31H2 menjadi mesin hidrogen murni terbesar di dunia yang tengah menjalani proses verifikasi kinerja di Bermeo.
Baca Juga
Strategi PLN Indonesia Power Menuju 'Net Zero' 2060, Tambah 62 GW Energi Terbarukan
Direktur Strategi Teknologi dan Dekarbonisasi Wärtsilä Rasmus Teir mengatakan keberhasilan pengujian tersebut menunjukkan bahwa mesin hidrogen skala besar mampu menyediakan listrik yang fleksibel dan dapat diandalkan untuk mendukung sistem energi terbarukan.
“Mesin hidrogen Wärtsilä 31H2 dioperasikan dengan 100% hidrogen dan memasok daya ke jaringan listrik nasional Spanyol, menunjukkan bahwa mesin hidrogen skala besar dapat menyediakan daya berkelanjutan yang fleksibel dan dapat dijadwalkan untuk mendukung sistem energi terbarukan di masa depan,” ujarnya.
Menurut Rasmus, fokus berikutnya adalah menciptakan lingkungan yang mendukung percepatan adopsi teknologi hidrogen melalui regulasi yang kuat, kepastian investasi, dan pembangunan infrastruktur yang memadai.
Selain mendukung jaringan listrik, pembangkit berbasis mesin Wärtsilä 31 juga dirancang untuk melayani sektor-sektor dengan kebutuhan energi tinggi seperti pusat data kecerdasan buatan (AI), fasilitas manufaktur, kawasan industri, hingga sistem kelistrikan off-grid.
Baca Juga
RAPBN 2027: ESDM Usulkan ICP hingga US$ 95 per Barel, Subsidi Listrik Rp 122,8 Triliun
Spanyol dipilih sebagai lokasi pengujian karena merupakan salah satu negara yang terdepan dalam pengembangan energi terbarukan dan memiliki komitmen untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
Pada Juni 2026, pelanggan Wärtsilä dari berbagai negara turut menyaksikan pengoperasian mesin tersebut sebagai bagian dari proses validasi komersial teknologi hidrogen.
Komitmen Wärtsilä dalam pengembangan teknologi hidrogen juga telah ditunjukkan di Indonesia. Pada November 2025, Wärtsilä bersama PLN Indonesia Power berhasil melakukan uji campuran hidrogen pada mesin Wärtsilä 50DF di Pembangkit Pesanggaran, Bali.
Uji coba tersebut mencapai campuran hidrogen hingga 23% pada beban parsial dan menunjukkan efisiensi pembakaran yang lebih baik serta emisi karbon dioksida (CO2) yang lebih rendah dibandingkan penggunaan gas alam murni.
Energy Business Director Australasia Wärtsilä Energy, Kari Punnonen mengatakan, pengujian di Spanyol dan Indonesia menunjukkan fleksibilitas teknologi mesin Wärtsilä dalam mendukung transisi menuju energi bersih. “Melalui kolaborasi erat dengan pelanggan dan mitra kami di Indonesia, kami secara aktif mengeksplorasi bagaimana kemampuan ini dapat mendukung transisi Indonesia menuju energi bersih,” ujar Kari.
